Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Mobil “plug-in hybrid” masih cocok untuk pasar Indonesia saat ini
    Automotive

    Mobil “plug-in hybrid” masih cocok untuk pasar Indonesia saat ini

    November 26, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Mobil "plug-in hybrid" masih cocok untuk pasar Indonesia saat ini 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Kendaraan atau mobil hybrid dan plug-in hybrid (PHEV) masih cocok untuk pasar Indonesia saat ini, sebelum mobil bertenaga sepenuhnya listrik (baterry electric vehicles/BEVs) semakin berkembang seiring dengan ketersediaan infrastrukturnya di masa mendatang.

    Dalam jangka panjang, konsumen akan lebih banyak beralih ke kendaraan full listrik. “Ketika semua infrastruktur sudah berjalan dengan baik, orang-orang akan beralih ke kendaraan BEVs,” kata Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Riyanto, dalam konferensi video, Kamis.

    Menurut Riyanto, di Indonesia ada dua arus soal pengembangan mobil listrik, ada yang ingin langsung ke kendaraan listrik penuh dan ada yang ingin ke hybrid dulu.

    Baca juga: Luhut ingin Indonesia jadi destinasi investasi kendaraan listrik

    “Kalau China itu loncat langsung, tidak dari hybrid langsung ke mobil listrik,” katanya.

    Meski demikian, jika melihat data dari Peraturan Presiden dan juga Peraturan Gubernur, pemerintah menginginkan adanya percepatan, dan langsung ke kendaraan listrik baterai.

    “Saat ini ada dua arus, tapi keputusan dari pemerintah kalau kita lihat regulasi Perpres, Pergub, dan Kemendagri itu insentifnya semua diberikan pada baterai, kendaraan bermotor yang berbasis baterai,” kata dia.

    Kendati demikian, kendaraan berteknologi hybrid dan plug-in hybrid akan ikut berkembang dengan adanya insentif serupa yang dihadirkan oleh pemerintah nantinya.

    Baca juga: Indonesia bertekad jadi pemain utama kendaraan listrik

    “Jadi nanti untuk hybrid maupun plug-in hybrid insentifnya hanya PPnBM saja. Jadi, pemerintah mau lompat sebenarnya. Tapi kalau kita lihat, dari insentif PPnBM saja, hybrid sebenarnya sudah sangat kompetitif. Kelihatannya hybrid dan plug-in hybrid juga akan dapat berkembang,” kata dia.

    Riyanto menjelaskan bahwa beberapa waktu yang lalu pihaknya telah meneliti keunggulan dari kendaraan PHEV bersama dengan teman-teman di UI, Institut Teknik Bandung (ITB), dan Universitas Negeri Surabaya (UNS), dengan hasil yang mengagumkan.

    “Simulasi yang dilakukan bersama dengan teman-teman di UI, ITB, dan UNS misalnya atau universitas di Bali itu melakukan simulasi ternyata emisi plug-in hybrid jika dipakai di kota itu sudah mirip full baterai,” jelas dia.

    “Penelitian di UI itu mengisi BBM selama simulasi itu BBM-nya terpakai kecil banget, karena jarak tempuhnya pendek. Jadi semuanya digerakkan oleh baterai yang ada pada kendaraan,” tambah dia.

    Baca juga: Skuter listrik NIU masuk Indonesia, prapenjualan mulai Desember

    Baca juga: Siap-siap, Toyota mulai jual mobil listrik baterai di Indonesia

    Pewarta: KR-CHA
    Editor: Suryanto
    Copyright © ANTARA 2020

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTes Covid-19 Terus Digenjot, Protokol 3M juga Harus Dipatuhi
    Next Article Kiat Cerdas Indy Barends Atur Hobi Belanja Secara Bijak saat Pandemi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.