Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»MPR Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19 Masyarakat Sekitar Danau Toba
    News

    MPR Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19 Masyarakat Sekitar Danau Toba

    August 8, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    MPR Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19 Masyarakat Sekitar Danau Toba 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pandemi Covid-19 tidak saja berdampak pada aspek kesehatan dan kehidupan sosial. Tetapi juga menghempaskan perekonomian nasional, sektor pariwisata adalah sektor yang paling terpukul. Penurunan kunjungan wisatawan berdampak multidimensional, termasuk meningkatnya angka pengangguran dari sektor pariwisata.

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat pada tahun 2020 lalu, jumlah tenaga kerja sektor pariwisata menurun 6,67 persen dari 14,96 juta pekerja pada 2019 menjadi 13,96 juta pekerja pada tahun 2020.

    Artinya, sekitar 1 juta pekerja di sektor pariwisata menganggur akibat pandemi covid-19. Kebangkitan sektor pariwisata pada khususnya, dan pemulihan perekonomian nasional pada umumnya, sangat bergantung pada kemampuan mengendalikan pandemi Covid-19. Salah satunya melalui percepatan vaksinasi Covid-19.

    “Langkah Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) bersama Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah mempercepat vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba, Sumatera Utara harus didukung,” ujar Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam pertemuan virtual dengan Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT), dari Jakarta, Minggu (8/8).

    Bamsoet menjelaskan, program vaksinasi Covid-19 sangat penting di sana, setidaknya untuk empat tujuan.

    Pertama, sebagai upaya perlindungan diri pribadi dan orang lain di sekitar. Kedua, untuk menurunkan tingkat penyebaran Covid-19. Ketiga, untuk menurunkan angka fatalitas dampak Covid-19, baik kesakitan maupun kematian. Keempat, untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) pada masyarakat.

    “Hingga 7 Agustus 2021, sudah lebih dari 3,6 juta kasus Covid-19 telah terkonfirmasi, dengan angka kesembuhan mencapai lebih dari 3 juta kasus dan angka kematian mencapai lebih dari 105 ribu kasus. Secara nasional, tingkat positivity rate juga masih cukup tinggi, mencapai 22 persen. Jauh lebih tinggi dari ambang batas toleransi yang ditetapkan WHO sebesar 5 persen,” jelas Bamsoet.

    Ia menerangkan, pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 harus diberikan kepada lebih dari 208 juta masyarakat. Saat ini, baru sekitar 50 juta orang telah mendapatkan vaksinasi tahap pertama, dan lebih dari 23 juta orang yang telah mendapatkan vaksinasi tahap kedua. Mengingat program vaksinasi massal ini masih belum optimal menjangkau berbagai lapisan masyarakat, diperlukan upaya-upaya untuk mendorong percepatan program vaksinasi.

    “Pasca pandemi Covid-19, pariwisata Danau Toba akan segera bangkit. Danau Toba adalah destinasi wisata berkelas dunia yang sangat potensial untuk dikembangkan,” katanya.

    Untuk diketahui, sejak pertengahan tahun 2019, Danau Toba telah ditetapkan sebagai salah satu dari lima kawasan destinasi wisata yang mendapat prioritas untuk dikembangkan melalui program Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas, selain Candi Borobudur, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo.

    Lebih lanjut, Bamsoet menekankan, selain pembangunan infrastruktur dan pengembangan investasi, upaya percepatan pembangunan destinasi wisata Danau Toba juga membutuhkan langkah-langkah terobosan, kreasi dan inovasi. Disinilah pentingnya menyiapkan ketersediaan dukungan sumberdaya manusia yang kompeten dan berkualitas, agar dapat mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki Danau Toba.

    “Kaldera Danau Toba sebagai Global Geopark memiliki tiga aspek keragaman yang unik dan saling berkaitan satu sama lain, yaitu keragaman geografis, keragaman hayati, dan keragaman budaya. Ini adalah sebuah daya tarik dan nilai jual yang dapat kita optimalkan untuk menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” pungkas Bamsoet.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePercepat Pemulihan Ekonomi Bali, BMTA Gandeng National Hospital Kembangkan Lab PCR
    Next Article Triwulan II 2021, Total Aset bank bjb Tumbuh 20 Persen
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.