Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Nagara Institute: Dinasti Politik Perusak Demokrasi
    News

    Nagara Institute: Dinasti Politik Perusak Demokrasi

    August 1, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Nagara Institute: Dinasti Politik Perusak Demokrasi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Nagara Institute: Dinasti Politik Perusak Demokrasi

    Akbar Faizal, Direktur Eksekutif Nagara Institute.

    Jakarta, Jurnas.com – Nagara Institute membuat catatan kritis terkait Dinasti Politik yang saat ini semakin merajalela di Indonesia.

    Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal mengatakan, dinasti politik adalah satu praktik kejahatan politik yang terorganisir dengan baik terhadap demokrasi.

    “Sebab, cara ini melegitimasi berkumpulnya kekuatan politik di satu tangan/keluarga/kelompok berdasarkan kekerabatan keluarga,” jelas Akbar Faizal, Sabtu (1/8/2020).

    Akbar Faizal yang juga mantan anggota DPR RI melanjutkan, dinasti politik merampas hak rakyat dan atau orang lain untuk mengambil peran-peran konstitusional dalam kehidupan sosial politik rakyat, sekaligus merusak kaderisasi parpol.

    Padahal, jelas Akbar, Parpol seharusnya menjadi pihak yang terganggu dan gelisah, karena dinasti politik telah membajak tujuan luhur Parpol, yakni melayani dan memfasilitasi hak-hak konstitusional semua orang.

    Parpol tak boleh hanya melayani orang/kelompok yang kebetulan sedang memiliki kekuatan politik (berkuasa) untuk mengendalikan pilihan parpol dalam memilih orang atau kader terbaik di jabatan tertentu.

    “Dinasti politik bukanlah realitas politik yang diinginkan masyarakat, tetapi keinginan elit yang dilegitimasi melalui kepemilikan otoritas organisasional,” jelasnya.

    Terkait pernyataan Ketum Golkar Airlangga Hartarto bahwa politik dinasti adalah “Realitas Politik” yang diinginkan masyarakat, Akbar Faizal menegaskan bahwa hal itu bukanlah ‘akibat’ tapi ‘sebab’ yang muncul akibat perilaku elit parpol yang memaksa masyarakat agar memilih kandidat disodorkan parpol.

    Pernyataan Ketua Umum Golkar itu, lanjut Akbar Faizal, dapat dimaknai bahwa parpol khususnya Partai Golkar tak berniat untuk memahami situasi yang membahayakan demokrasi.

    Parpol juga tak mau mengupayakan berbagai langkah untuk menghentikan praktek anomali demokrasi ini.

    “Terbaca dengan kuat pesan bahwa partai politik kalah dan selanjutnya menerima apa adanya politik dinasti. Sesuatu yang sangat membahayakan perjalanan demokrasi elektoral kita,” tegasnya.

    Dengan dasar itu, Akbar Faizal atas nama Nagara Institute mendesak Golkar sebagai partai yang sangat matang dan berpengalaman dengan fraksi yang kuat di DPR-RI untuk segera mengambil langkah signifikan dalam menghentikan politik dinasti ini.

    Partai Golkar, jelas Akbar Faizal, dapat menggalang fraksi-fraksi lain untuk merevisi paket UU Politik khususnya UU Parpol dan UU Pilkada.

    Terkhusus lagi, lanjut Akbar, mengupayakan langkah politik yang perlu dan mendesak untuk menghidupkan kembali Pasal 7 huruf r UU Nomor 8 Tahun 2015 yang dibatalkan Mahkamah Konstitusi.

    “Termasuk mencari cara dan terobosan politik menghalangi bekas narapidana korupsi kembali mencalonkan diri dalam Pilkada yang justru dibolehkan lagi oleh Mahkamah Konstitusi,” tegas Akbar Faizal.

    Baca juga.. :

    • PKS: Dinasti Politik Residu Demokrasi
    • Nagara Institute: Rekrutmen Calon Kepala Daerah Makin Rusak
    • Pemerintah Dinilai Gegabah Klaim Bisa Produksi Vaksin Covid-19 Awal Tahun Depan

    TAGS : Dinasti Politik Akbar Faizal Demokrasi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/76320/Nagara-Institute-Dinasti-Politik-Perusak-Demokrasi/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHasyim Wahid: Dari Metallica hingga Metalurgi
    Next Article Tommy Kurniawan dan Garda Bangsa Akan Teruskan Spirit Gus Im
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.