Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Nasib 19 Bahasa Daerah di Ujung Tanduk
    News

    Nasib 19 Bahasa Daerah di Ujung Tanduk

    February 21, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Nasib 19 Bahasa Daerah di Ujung Tanduk

    Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof. Dr. Dadang Sunendar

    Jakarta – Nasib bahasa daerah di Indonesia kian mengkhawatirkan. Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof. Dr. Dadang Sunendar, setidaknya 19 bahasa daerah kini sedang mengalami ancaman kepunahan, dan dikhawatirkan menyusul 11 bahasa daerah yang sebelumnya sudah dinyatakan punah.

    “Kebanyakan (bahasa daerah yang terancam punah) dari Papua, Papua Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Di sana paling rentan sekaligus paling banyak,” terang Dadang usai peringatan Bahasa Daerah Internasional 21 Februari, Rabu (21/2) di Jakarta.

    Menilik data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Indonesia memiliki 652 bahasa daerah. Namun hingga hari ini, baru 71 di antaranya yang bisa dipetakan berdasarkan vitalitasnya.

    Dari 71 bahasa daerah tersebut, 19 bahasa daerah dinyatakan aman, 16 bahasa stabil, dua bahasa mengalami kemunduran, 19 bahasa terancam punah, empat bahasa kritis, dan 11 bahasa sudah dinyatakan punah.

    “Karena itu kami bekerjasama dengan pemerintah daerah, sesuai amanat undang-undang. Kami membantu pemda mengingatkan bahasa daerah, karena mereka yang memiliki dan tahu persis tentang kondisi bahasa daerahnya,” kata Dadang.

    Khusus di kawasan Indonesia bagian timur, Dadang mengakui masih banyak bahasa daerah yang belum teridentifikasi. Alasannya, setiap desa dan atau kecamatan, memiliki bahasa yang berbeda dengan desa atau kecamatan lainnya.

    Dadang mencontohkan, di Papua ada 380 bahasa daerah. Sementara yang baru teridentifikasi hanya 28 bahasa daerah setempat.

    “Mereka (umumnya) tidak bisa saling memahami karena tiap desa beda bahasa,” ujarnya.

    TAGS : Bahasa Daerah Pendidikan Badan Pengembangan Bahasa

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/29497/Nasib-19-Bahasa-Daerah-di-Ujung-Tanduk/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTanpa Pemuda, Mustahil Polri Bisa Berantas Narkoba
    Next Article GP Ansor Berangkatkan 999 Anggota Banser Umroh
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    June 30, 2026
    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya
    • Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.