Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»NU dan Muhammadiyah Mundur, DPR Desak Kemdikbud Buka-bukaan
    News

    NU dan Muhammadiyah Mundur, DPR Desak Kemdikbud Buka-bukaan

    July 22, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    NU dan Muhammadiyah Mundur, DPR Desak Kemdikbud Buka-bukaan

    Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda.

    Jakarta, Jurnas.com – DPR RI mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka kriteria yang mendasari lolosnya organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam evaluasi proposal Program Organisasi Penggerak (POP).

    Pasalnya, dua ormas terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah baru saja mundur dari program yang digawangi oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril tersebut.

    Selain masuknya dua yayasan yang terafiliasi ke perusahaan-perusahaan besar, POP dinilai memicu kontroversi karena banyak meloloskan organisasi baru di dunia pendidikan.

    “Kami mendesak Kemendikbud membuka kriteria-kriteria yang mendasari lolosnya entitas pendidikan sehingga bisa masuk POP. Dengan demikian publik akan tahu alasan kenapa satu entitas pendidikan lolos dan entitas lain tidak,” ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda pada Rabu (22/7).

    Dia menjelaskan hasil seleksi POP banyak mendapatkan respons negatif dari publik. Buktinya lembaga pendidikan milik PBNU dan PP Muhammadiyah mundur dari program tersebut. Padahal LP Ma’arif PBNU dan Majelis Pendidikan PP Muhammadiyah merupakan dua entitas dengan rekam jejak panjang di dunia pendidikan Indonesia.

    Baca juga.. :

    • Hasil Seleksi Tak Jelas, NU Ikut Mundur dari Organisasi Penggerak
    • Ini Alasan Muhammadiyah Mundur dari Organisasi Penggerak Kemdikbud
    • Kemdikbud Kucurkan Rp595 Miliar untuk Biayai 156 Ormas

    “Pengunduran diri NU dan Muhammadiyah dari program ini menunjukkan jika ada ketidakberesan dalam proses rekruitmen POP,” tegas Huda.

    Huda meminta Kemdikbud tidak memandang remeh fenomena pengunduran diri LP Ma’rif NU dan Majelis Pendidikan Muhammadiyah dari POP. Menurutnya dengan rekam jejak panjang di bidang pendidikan, pengunduran diri NU dan Muhammadiyah bisa mempengaruhi legitimasi dari POP itu sendiri.

    “Bayangkan saja lembaga pendidikan NU dan Muhammadiyah itu mempunyai jaringan sekolah yang jelas, tenaga pendidik yang banyak, hingga jutaan peserta didik. Jika sampai mereka mundur lalu POP mau menyasar siapa,” ucap dia.

    Huda juga meminta Kemdikbud tidak berkilah bahwa proses seleksi diserahkan kepada pihak ketiga, sehingga kementerian tidak bisa ikut campur. Menurut dia, Kemdikbud tetap harus melakukan kontrol terhadap mekanisme seleksi, termasuk proses verifikasi di lapangan.

    “Pendidikan merupakan salah satu pilar kehidupan bangsa. Keberadaannya telah eksis sejak sebelum kemerdekaan. Tentu kita akan dengan mudah bisa membedakan mana entitas pendidikan yang telah berpengalaman mana entitas pendidikan baru yang baru eksis dalam empat lima tahun terakhir,” ujar dia.

    Diketahui POP merupakan salah satu program unggulan yang memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para guru penggerak, untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan peserta didik.

    Dalam program ini, Kemdikbud akan melibatkan organisasi-organisasi masyarakat yang mempunyai kapasitas, untuk meningkatkan kualitas para guru melalui berbagai pelatihan.

    Kemendikbud mengalokasikan anggaran Rp567 miliar per tahun untuk membiayai pelatihan atau kegiatan yang diselenggarakan organisasi terpilih. Organisasi yang terpilih dibagi menjadi tiga kategori yakni Gajah, Macan dan Kijang.

    Untuk Gajah dialokasikan anggaran sebesar maksimal Rp20 miliar/tahun, Macan Rp5 miliar per tahun, dan Kijang Rp1 miliar per tahun.

    TAGS : DPR RI Program Organisasi Penggerak Kemdikbud

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/75853/NU-dan-Muhammadiyah-Mundur-DPR-Desak-Kemdikbud-Buka-bukaan/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMasjidil Haram akan Tetap Ditutup Selama Iduladha
    Next Article Terima Halal Institute, Pimpinan DPD RI Ingatkan Potensi Bisnis Syariah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.