Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Omicron Sama Parah dengan Varian Sebelumnya
    International

    Omicron Sama Parah dengan Varian Sebelumnya

    May 5, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Omicron Sama Parah dengan Varian Sebelumnya 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Omicron Sama Parah dengan Varian Sebelumnya 2
    Para tenaga kesehatan mengambil sampel usap hidung untuk tes COVID-19 di Washington DC, Amerika Serikat pada Kamis (13/1/2022). (BP/Ant)

    WASHINGTON, BALIPOST.com – Dalam riset terdahulu bahwa Omicron lebih menular namun tidak begitu parah, menurut riset besar-besaran di Amerika Serikat. Namun kenyataannya, varian Omicron dari virus SARS-CoV2 secara intrinsik sama parah dengan varian sebelumnya.

    “Kami menemukan bahwa potensi rawat inap dan kematian hampir identik antara kedua periode,” kata empat ilmuwan yang melakukan riset berdasarkan catatan 130.000 pasien COVID-19, merujuk dua tahun terakhir ketika varian berbeda mendominasi dunia, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Kamis (5/5).

    Riset, yang sedang dilakukan tinjauan rekan sejawat di Nature Portfolio dan diunggah di Research Square pada 2 Mei, disesuaikan untuk variabel pembanding seperti demografik, status vaksin dan indeks komorbiditas Charlson yang memprediksi risiko kematian dalam setahun rawat inap bagi pasien dengan penyakit bawaan tertentu.

    Riset yang berasumsi bahwa varian Omicron tidak begitu parah dilakukan di berbagai tempat termasuk di Afrika Selatan, Skotlandia, Inggris dan Kanada, kata para peneliti dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, Universitas Minerva dan Sekolah Kedokteran Harvard.

    Menurut peneliti, riset mereka dapat menjumpai sejumlah keterbatasan seperti kemungkinan bahwa itu menggampangkan jumlah pasien yang divaksin dalam gelombang COVID-19 yang lebih baru dan total jumlah infeksi, lantaran mengecualikan pasien yang melakukan tes cepat di rumah. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBentley raup untung meski ratusan mobilnya hanyut di laut
    Next Article Dokter: Tidak Benar Hepatitis Akut Berhubungan dengan Vaksin Covid-19
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Israel bom Lebanon kembali menjadi perhatian dunia setelah serangan terbaru (Ilustrasi/AI)

    Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?

    July 9, 2026
    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal (Ilustrasi/AI)

    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal

    June 17, 2026
    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.