Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pakar UGM Sebut Awan Lenticularis Bahayakan Penerbangan
    News

    Pakar UGM Sebut Awan Lenticularis Bahayakan Penerbangan

    November 6, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pakar UGM Sebut Awan Lenticularis Bahayakan Penerbangan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com–Pakar Iklim UGM Emilya Nurjani menjelaskan, fenomena awan yang terlihat seperti UFO atau pusaran angin di sejumlah gunung di Pulau Jawa seperti Arjuno, Merapi, Merbabu, Lawu, dan lainnya, baru-baru ini, merupakan jenis lenticularis. Awan tersebut berbahaya bagi aktivitas penerbangan.

    ”Awan ini berbahaya utamanya bagi pesawat yang terbang di sekitarnya,” kata Emilya seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta, Jumat (6/11).

    Meski berbahaya bagi aktivitas penerbangan, menurut dia, kemunculan awan tersebut tidak terkait dengan pertanda akan terjadinya bencana. Awan lenticularis merupakan fenomena biasa. Awan tersebut sering muncul atau terbentuk di daerah pegunungan, gunung, maupun perbukitan/bukit.

    ”Pembentukan awan ini dipengaruhi faktor orografis atau elevasi. Sehingga awan ini sering terbentuk di daerah pegunungan,” terang Emilya.

    Menurut dia, awan biasanya sering terbentuk di sisi pegunungan yang berangin atau sisi hadap lereng (windward), tetapi awan lenticularis terbentuk di sisi bawah angin atau sisi belakang lereng (leeward). Dengan begitu, saat udara lembap naik ke sisi atas gunung atau bukit mengalami pendinginan dan pemadatan sehingga menghasilkan awan. Namun, di sisi yang berlawanan dengan angin, udara menurun dan menghangat sehingga terjadi penguapan.

    ”Dilihat dari permukaan, awan terlihat tidak bergerak saat udara mengalir dan lapisan pembentuk awan terlalu kering sehingga lenticular akan terbentuk satu di atas yang lain. Bahkan terkadang hal ini meluas ke lapisan stratosfer dan terlihat seperti UFO,” ujar Emilya.

    Dosen Departemen Geografi Lingkungan Fakultas Geogragi UGM itu mengatakan, bentuk gelombang di atas gunung dan bagian bawah berbentuk pusaran air yang berputar-putar. Bagian yang naik dari bentuk pusaran air tersebut cukup dingin untuk menghasilkan awan rotor.

    Dia menambahkan, udara di awan rotor sangat bergejolak dan berbahaya bagi pesawat yang terbang di sekitarnya. Kondisi berbahaya juga berlaku untuk penerbangan di sisi leeward gunung/bukit karena ada gerakan ke bawah yang cukup kuat.

    ”Kemunculan awan lenticularis ini biasanya akan menimbulkan hujan dengan intensitas sedang. Sebab, pada dasarnya uap air sudah jatuh sebagai hujan di sisi windward,” papar Emilya.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Latu Ratri Mubyarsah

    Reporter : Antara


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGaya Hidup Normal Baru, Anggap Semua Orang Pembawa Virus
    Next Article BMW M2 Edition FUTURA 2000 hadir, cuma 1 di Indonesia
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.