Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pandemi Korbankan 141 Nyawa Dokter, Tenaga Medis Juga Dilecehkan
    News

    Pandemi Korbankan 141 Nyawa Dokter, Tenaga Medis Juga Dilecehkan

    October 25, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pandemi Korbankan 141 Nyawa Dokter, Tenaga Medis Juga Dilecehkan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Sebagai garda terdepan, para dokter dan tenaga kesehatan lainnya sudah berjuang selama pandemi Covid-19. Bahkan banyak yang kehilangan nyawa. Namun, masih saja ada segelintir orang yang menyepelekan Covid-19.

    Tim Advokasi dan Hubungan Eksternal dari Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Eka Mulyana, SpOT(K), MKes, SH, MHKes, mengatakan, lebih dari satu semester masa pandemi ini, angka kematian tenaga medis dan kesehatan semakin bertambah. Bahkan mengkhawatirkan.

    Namun sayangnya, sebagian masyarakat masih saja tidak patuh pada protokol kesehatan untuk memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Sebagian masyarakat juga berpikir para tenaga medis atau rumah sakit melakukan konspirasi sehingga tak percaya adanya Covid-19.

    Padahal, tidak ada negara, rumah sakit atau klinik yang dapat menjaga keamanan pasiennya kecuali jika petugas kesehatannya tetap aman dan terlindungi dari resiko terpapar Covid-19. Terlebih, hilangnya pekerja medis dan kesehatan ahli tidak dapat tergantikan dalam waktu singkat.

    Tapi, itu bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi para tenaga medis. Sebab, para tenaga medis juga mengalami pelecehan verbal.

    “Ada peningkatan yang membuat prihatin adanya laporan pelecehan verbal, diskriminasi, dan kekerasan fisik pada petugas medis dan kesehatan selama masa pandemi ini,” jelasnya.

    Untuk itu, tak hanya dari sisi APD saja, tapi perlindungan dan keamanan para tenaga medis dan kesehatan adalah mutlak diperlukan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Diperlukan adanya kerja sama pusat dan daerah.

    Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) Harif Fadhillah S.Kp.,SH.,M.Kep, MH. Menurut Harif, pandemi ini telah menempatkan tingkat stres psikologis yang luar biasa pada petugas kesehatan yang terpapar dengan pengaturan permintaan tinggi selama berjam-jam. Lalu perawat juga hidup dalam ketakutan terus-menerus terhadap paparan penyakit, saat terpisah dari keluarga dan menghadapi stigmatisasi sosial.

    “Hal ini menjadi sorotan bagaimana bangsa kita telah melindungi atau tidak melindungi profesi perawat kita,” jelas Harif.

    Sejauh ini, dari Maret hingga Oktober ini, terdapat total 253 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid-19. Mereka terdiri dari 141 dokter, 9 dokter gigi, dan 103 perawat. Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 75 dokter umum (5 guru besar), dan 64 dokter spesialis (5 guru besar), serta 2 residen yang berasal dari 18 IDI Wilayah (provinsi) dan 66 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

    Berdasarkan data propinsi, Jawa Timur 35 dokter, Sumatra Utara 23 dokter, DKI Jakarta 20 dokter, Jawa Barat 11 dokter, Jawa Tengah 10 dokter, Sulawesi Selatan 6 dokter, Bali 5 dokter, Sumatra Selatan 4 dokter, Kalimantan Selatan 4 dokter, DI Aceh 4 dokter, Riau 4 dokter, Kalimantan Timur 3 dokter, Banten 3 dokter, Kepulauan Riau 2 dokter, DI Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 2 dokter, dan Papua Barat 1 dokter.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Nurul Adriyana Salbiah

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleWakil Ketua MPR Dorong Mahkamah Kehormatan Majelis Segera Dibentuk
    Next Article Kerajinan Desa Tampaksiring Tetap Normal di Pasar International
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.