Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pasien Sembuh dan Vaksinasi di DKI Tinggi, Epidemiolog Soroti Kematian
    News

    Pasien Sembuh dan Vaksinasi di DKI Tinggi, Epidemiolog Soroti Kematian

    July 29, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pasien Sembuh dan Vaksinasi di DKI Tinggi, Epidemiolog Soroti Kematian 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Dalam sepekan terakhir, angka kesembuhan pasien Covid-19 di DKI Jakarta lebih tinggi dibanding kasus harian. Dalam tiga hari berturut-turut angka kesembuhan lebih dari 11 ribu orang. Selain itu cakupan vaksinasi juga terbilang cukup tinggi. Apakah ada kaitannya antara cakupan vaksinasi dan angka kesembuhan?

    Data Kementerian Komunikasi dan Informatika Case Fatality Rate atau CFR Jakarta bergerak di sekitar angka 1,7 persen pada kasus sebelum divaksin. Pada kasus yang sudah divaksin dosis pertama, angka CFR turun ke 0,33 persen. Sementara, pada kasus yang sudah divaksin dosis kedua, CFR turun ke angka 0,21 persen.

    Semakin lengkap dosis vaksin, risiko terinfeksi virus Covid-19 akan semakin rendah, selain mengurangi timbulnya gejala berat. Pada kasus positif penerima vaksin, tingkat kematian (CFR) juga menurun.

    Hal itu juga dibenarkan oleh Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. Vaksin memiliki bukti melindungi dari terinfeksi.

    “Ya, walaupun memang sebagian yang sudah divaksin ada yang terinfeksi juga. Namun untuk melindungi keparahan dan fatalitas betul, semua vaksin sama,” kata Dicky kepada JawaPos.com, Kamis (29/7).

    Namun menurutnya jika bicara angka kesembuhan yang tinggi di DKI Jakarta bukan karena cakupan vaksin yang tinggi. Akan tetapi memang karena kasus infeksinya tinggi.

    “Bicara kesembuhan kan memang sebagian besar kasus Covid-19 itu kan tak berat. Hanya 20 persen butuh rawatan RS. Yang 20 persen inilah, yang rawan-rawan inilah yang harus divaksinasi segera,” tegasnya.

    “Maka yang harus dilihat bukan kesembuhannya tapi kematiannya juga tinggi. Jangan dilihat kesembuhannya. Kesembuhannya tak jadi indikator pengendalian pandemi,” tambahnya.

    Meski begitu, dia setuju bahwa vaksin terbukti bermanfaat melindungi keparahan dan kematian. Namun, angka cakupan vaksinasi tak dikaitkan dengan angka kesembuhan pasien Covid-19 di DKI Jakarta.

    Editor : Edy Pramana

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKemenpora Jelaskan Paskibraka Nasional Kristina yang Gagal ke Jakarta
    Next Article Lontaran Lava Pijar Erupsi Gunung Ile Lewotolok Sebabkan Karhutla
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.