Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»PBB Kembali Serukan Gencatan Senjata Global di Tengah Pandemi COVID-19
    News

    PBB Kembali Serukan Gencatan Senjata Global di Tengah Pandemi COVID-19

    May 22, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    PBB Kembali Serukan Gencatan Senjata Global di Tengah Pandemi COVID-19

    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, (Sekjan PBB) Antonio Guterres.(Foto: Reuters)

    New York, Jurnas.com – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres  mendesak semua pihak yang dalam konflik agar melakukan gencatan senjata global untuk mengatasi pandemi COVID-19.

    Pernyataan itu menunjuk pada lebih dari 20.000 warga sipil yang tewas atau terluka dalam serangan di 10 negara tahun lalu dan jutaan lainnya dipaksa keluar dari rumah mereka.

    Guterres mengatakan dalam sebuah laporan kepada DK PBB yang dirilis Kamis (21/5) bahwa pandemi adalah ujian terbesar yang dihadapi dunia sejak badan dunia itu didirikan 75 tahun lalu.

    Pandemi, kata Guterres, memiliki dampak serius pada upaya untuk melindungi warga sipil, terutama di negara-negara yang terkena dampak konflik di mana sistem perawatan kesehatan yang lemah dapat kewalahan.

    Ia mengatakan dukungan untuk permohonan gencatan senjata 23 Maret dari pemerintah, organisasi regional, kelompok bersenjata, masyarakat sipil dan individu di seluruh dunia telah membesarkan hati.

    Baca juga.. :

    • Afghanistan Klaim Bebaskan 900 Militan Sejak Kesepakatan AS-Taliban
    • Dua Kubu di Libya Sepakat Gencatan Senjata selama Ramadan
    • Takut Corona, Saudi Perpanjang Gencatan Senjata di Yaman

    Meski demikian, dalam banyak contoh tantangan dalam mengimplementasikan gencatan senjata masih perlu diatasi, khususnya di daerah-daerah di mana ada konflik berkepanjangan, sering melibatkan banyak aktor bersenjata dan kepentingan kompleks di tingkat lokal, nasional dan internasional.

    “Ketika dunia menghadapi tantangan monumental pandemi COVID-19, kebutuhan untuk membungkam senjata tidak bisa lebih akut,” katanya.

    Seruan barunya berfokus pada perlindungan warga sipil, menekankan bahwa cara paling efektif untuk melindungi mereka adalah untuk mencegah pecahnya, eskalasi, kelanjutan, dan terulangnya konflik bersenjata.

    Guterres mengatakan, menurut PBB, lebih dari 20.000 warga sipil tewas tahun lalu dalam konflik di 10 negara, yakni Afghanistan, Republik Afrika Tengah, Irak, Libya, Nigeria, Somalia, Sudan Selatan, Suriah, Ukraina, dan Yaman.

    Ia mengatakan angka itu hampir pasti meremehkan karena tidak termasuk korban sipil di Kamerun, Chad, Kongo, Mali, Myanmar, Niger, wilayah Darfur barat Sudan dan wilayah Palestina.

    Sekretaris jenderal mengatakan Afghanistan memiliki jumlah korban sipil terbanyak yang tercatat pada 2019, yaitu10.392 warga sipil terbunuh atau terluka oleh bom rakitan dan serangan lainnya, dengan wanita dan anak-anak menyumbang 42 persen dari korban.

    Di Suriah, lanjut Guterres, total sedikitnya 2.404 warga sipil tewas, termasuk 466 wanita dan 688 anak-anak. Di Yaman, 3.217 warga sipil tewas atau terluka (anak-anak terhitung 25%), dan di Sudan Selatan ada 1.405 korban sipil, sementara di Somalia 1.459 tewas.

    Ia juga menghiutung serangan terhadap biara-biara, sekolah-sekolah dan kamp-kamp untuk orang-orang terlantar di Myanmar, serangan udara terhadap fasilitas penahanan imigrasi di Libya yang menewaskan sedikitnya 53 migran dan pengungsi, dan serangan kelompok bersenjata di pasar, kota dan truk komersial di Nigeria yang menewaskan lebih dari 100.

    Guterres mengatakan, jutaan warga sipil yang dipaksa keluar dari rumah mereka pada 2019 menambah 70,8 juta orang yang terlantar akibat konflik dan kekerasan. Sebagai contoh, katanya, hampir 1 juta orang baru saja mengungsi di Kongo, 455.553 di Afghanistan dan 200.000 di Nigeria.

    Ia memperingatkan, pandemi tersebut dapat menciptakan insentif bagi beberapa pihak untuk berkonflik untuk menekan demi keuntungan, yang mengarah pada peningkatan kekerasan, sementara yang lain mungkin melihat peluang karena perhatian pemerintah dan masyarakat internasional diserap oleh krisis kesehatan. (Arab News)

    TAGS : Pandemi Virus Corona Negara Konflik Gencatan Senjata

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/72721/PBB-Kembali-Serukan-Gencatan-Senjata-Global-di-Tengah-Pandemi-COVID-19/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleEfek Covid-19, Jokowi Tidak Open House Tahun Ini
    Next Article Anggota DPR: Indonesia Punya Modal Sosial Besar Lawan Covid-19
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.