Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»PBNU Nilai Banyak Masjid Belum Ramah Penyandang Disabilitas
    News

    PBNU Nilai Banyak Masjid Belum Ramah Penyandang Disabilitas

    November 20, 2017No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    PBNU Nilai Banyak Masjid Belum Ramah Penyandang Disabilitas 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    PBNU Nilai Banyak Masjid Belum Ramah Penyandang Disabilitas

    Masjid Baitul Makmur Meulaboh, Aceh (Foto: Muti/Jurnas)

    Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menilai banyak masjid belum ramah terhadap penyandang disabilitas. Salah satu contohnya, kata Kyai Said, ialah orang yang menggunakan kursi roda, yang umumnya dilarang salat di shaf terdepan ketika Salat Jumat.

    “Orang yang pakai kursi roda tidak boleh salat di bagian depan. Padahal dia datang dari jam sepuluh, ingin dapat pahala ‘gajah’. Orang yang pakai kursi roda, datangnya pagi, tetap saja salatnya di belakang. Zolim itu,” kata Kyai Said dalam konferensi pers jelang Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU, di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (20/11).

    Selain pengguna kursi roda, yang juga patut menjadi perhatian pemerintah ialah penderita tunarungu, atau orang yang kehilangan pendengaran. Menurut Said, harus ada penterjemah melalui bahasa isyarat, agar yang bersangkutan memahami apa yang disampaikan oleh khatib.

    “Bagaimana pun, mereka itu juga teman dan saudara kita,” ujarnya.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PBNU Robikin Emhas. Penyandang disabilitas menurutnya adalah salah satu karunia Tuhan dalam bentuk yang lain. Karena itu, tidak boleh ada diskriminasi apapun terhadap mereka.

    “Akses-akses publik dan peribadatan, apapun agamanya, harus dijamin oleh negara. Nah, Nahdlatul Ulama merasa penting untuk menyuarakan hal ini, supaya orang-orang difabel itu juga mendapatkan hak yang sama, dengan warga negara pada umumnya,” terang Robikin.

    Fiqih Disabilitas merupakan satu dari 18 isu keagamaan yang akan dibahas oleh NU dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Lombok pada 23-25 November mendatang. Acara itu rencananya akan dibuka langsung Presiden Joko Widodo, dan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    TAGS : Nahdlatul Ulama Disabilitas Said Aqil Munas

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25073/PBNU-Nilai-Banyak-Masjid-Belum-Ramah-Penyandang-Disabilitas/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePembunuh Massal, Charles Manson Tutup Usia
    Next Article NU Bahas 18 Isu Keagamaan di Munas Alim Ulama, Apa Saja?
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya
    • TradingView Makin Populer di Kalangan Trader: Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya
    • 6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.