Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»PDIP: Jangan Sampai KPK Kita Klasifikasikan Penghianat Bangsa
    News

    PDIP: Jangan Sampai KPK Kita Klasifikasikan Penghianat Bangsa

    September 27, 2017No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    PDIP: Jangan Sampai KPK Kita Klasifikasikan Penghianat Bangsa 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    PDIP: Jangan Sampai KPK Kita Klasifikasikan Penghianat Bangsa

    Politikus PDIP, Arteria Dahlan

    Jakarta – Politikus PDI Perjuangan (PDIP) meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tunduk dan patuh terhadap Undang-Undang (UU) yang berlaku. Jika tidak, KPK bisa disebut penghianat bangsa dan negara.

    Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan, saat rapat kerja dengan Komisioner KPK, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/9). Menurutnya, penghianat bangsa sesungguhnya adalah yang tidak melaksakan UU dengan selurus-lurusnya.

    “KPK harus tunduk pada UU, kita tidak bisa katakan koruptor itu maling atau apa, di negara hukum modern mengukur orang itu biadab atau tidak, penghianat bangsa dan negara atau tidak kalau dia tidak melaksanakan UU selurus-lurusnya, itu biadab dan penghianat bangsa,” kata Arteria.

    Untuk itu, lanjut Arteria, institusi pimpinan Agus Rahardjo Cs itu harus tunduk dan menjalankan UU secara benar, agar tidak diklarifikasikan sebagai penghianat bangsa.

    “Jangan sampai KPK kita klasifikasikan seperti itu (penghianat bangsa), tidak melaksanakan UU selurus-lurusnya,” tegasnya.

    Arteria sebelumnya, menyikapi dokumen putusan PK 336 yang diserahkan KPK kepada Komisi III DPR saat rapat kerja. Dimana, barang sitaan dalam dokumen yang diserahkan KPK tidak sesuai dengan putusan PK tersebut.

    “Putusan PK 336, dalam putusan PK itu yang disita dan dirampas itu 850 item, ternyata di sini cuma ada 44. Ini saya bilang kita harus lakukan pencermatan,” terangnya.

    Selain itu, Arteria juga menyesalkan dokumen yang diserahkan KPK kepada Komisi III DPR. Dimana, dokumen yang diserahkan KPK tersebut tidak sesuai dengan waktu rapat kerja Komisi III DPR.

    “Kalau model begini pelecehan. Kita rapat 25 September, tapi yang bapak kasih Desember 2016. Ini sanksinya berat Pak, bisa pidana ini, saya mau kasih pasalnya tapi kurang etis, nanti kita disebut ancam mengancam lagi,” tegasnya.

    TAGS : Pansus Angket KPK Revisi UU KPK DPR

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/22401/PDIP-Jangan-Sampai-KPK-Kita-Klasifikasikan-Penghianat-Bangsa/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePolitikus PDIP: Soal OTT, jangan Berangus Kewarasan Kami
    Next Article Dirut PT Jasa Marga Terseret Suap Moge BPK
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Tokopedia PHK karyawan menjadi sorotan (Ilustrasi/AI)

    Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?

    July 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang
    • Apakah Prompt AI Bisa di Hak Cipta? Ini yang Perlu Diketahui Kreator
    • Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.