Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pemda Siapkan Skenario Antisipasi Lonjakan Covid-19 pada Akhir Tahun
    News

    Pemda Siapkan Skenario Antisipasi Lonjakan Covid-19 pada Akhir Tahun

    October 18, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pemda Siapkan Skenario Antisipasi Lonjakan Covid-19 pada Akhir Tahun 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pemerintah daerah diminta untuk belajar dari pengalaman penanganan Covid-19 di Indonesia tahun 2020. Sebab, libur panjang akhir tahun lalu, dampak yang ditimbulkan dari periode Natal dan Tahun Baru 2021, berujung terjadinya lonjakan pertama (first wave) di Indonesia.

    Untuk itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta menjelang periode Natal dan Tahun Baru mendatang, Pemda harus mulai mempersiapkan kebijakan didasarkan pada situasi masing-masing daerah. Seperti kebijakan relaksasi dapat dilakukan hingga 50 persen kapasitas.

    “Harus mewaspadai potensi kenaikan kasus akibat periode libur,” kata Prof Wiku secara daring baru-baru ini.

    Kemudian, menurutnya pengawasan wajib dilakukan Pemda hingga tingkat terkecil melalui Satgas atau posko desa/kelurahan maupun satgas fasilitas umum. Pemerintah daerah juga harus segera menyiapkan skenario pembatasan begitu terlihat tren kenaikan yang signifikan.

    “Pemda dan masyarakat juga perlu belajar kembali, serta efek yang ditimbulkan dari setiap kebijakan gas dan rem yang pernah diterapkan selama ini,” jelasnya.

    Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diikuti PPKM Level 1-4 yang berhasil mengatasi lonjakan kedua pada Juli 2021. Ia meminta hal itu jadi pegangan utama untuk mencegah lonjakan.

    Ia menjelaskan, pemerintah telah menerbitkan sejumlah kebijakan bersifat gas dan rem, sejak Maret 2020 lalu. Kebijakan disesuaikan perkembangan situasi daerah dengan memperhatikan aspek kesehatan dan ekonomi dan terus diperbaharui agar semakin komprehensif dan tepat sasaran.

    “Kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian. Aplikasi indikator-indikator kesehatan tingkat nasional maupun tingkat kabupaten/kota menjadi landasan keputusan gas dan rem pembukaan aktivitas sosial-ekonomi,” jelasnya.

    Editor : Edy Pramana

    Reporter : ARM, Saifan Zaking


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIkuti 8 Langkah Make-Up Natural, Tampil Alami Seperti Tanpa Riasan
    Next Article Cuaca Terik karena Gerak Semu Matahari, Bukan Gelombang Panas
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.