Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pemerintah Antisipasi Mobilitas Jelang Libur Nataru
    News

    Pemerintah Antisipasi Mobilitas Jelang Libur Nataru

    October 29, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pemerintah Antisipasi Mobilitas Jelang Libur Nataru 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pemerintah terus mengantisipasi mobilitas masyarakat jelang periode libur hari raya Natal dan Tahun Baru 2022. Hal ini penting dilakukan mengingat kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia sedang terkendali dengan terus menurunnya kasus positif dan kasus aktif yang berkurang setiap harinya.

    Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito, dalam mewaspadai periode akhir tahun, Pemerintah belajar dari pengalaman di tahun 2020. Dimana periode libur akhir tahun lalu berujung peningkatan kasus di Indonesia, bahkan juga terjadi di dunia.

    “Meski demikian, dalam menyusun strategi menghadapi periode libur Nataru, Pemerintah perlu lebih berhati-hati,” kata Wiku dalam keterangannya, Jumat (29/10).

    Karena, saat ini tren mobilitas sudah mengalami kenaikan, yaitu mencapai 22,14% di pusat belanja, 5,43% di taman, dan 2,68% di tempat retail dan rekreasi. Padahal, kondisi kasus Indonesia yang saat ini sedang berada di titik terendah dan telah menurun selama 15 minggu perlu kita pertahankan agar tidak kembali meningkat pada saat periode libur Nataru

    Terjadinya peningkatan mobilitas menjadi tantangan terbesar. Karena Indonesia harus mempertahankan penurunan kasus seiring dengan pembukaan aktivitas sosial ekonomi. Jika melihat grafik kasus, kenaikan mobilitas ini terjadi saat kasus menurun setelah puncak yang memicu kenaikan kasus selanjutnya.

    Bahkan Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan peniadaan mudik Idul Fitri. Nyatanya tidak cukup menekan pergerakan penduduk. Saat peniadaan mudik diberlakukan, mobilitas di pusat belanja naik mencapai 34,14%, di taman naik hingga 20,43% serta di tempat retail dan rekreasi naik 1,43%.

    Adanya angka mobilitas yang tinggi ini bersamaan munculnya varian Delta yang lebih mudah menular menyebabkan kenaikan kasus signifikan selama 9 minggu pasca Idul Fitri. “Kenaikan kasus ini mencapai 13 kali lipat dari titik kasus terendah pasca lonjakan pertama,” ungkapnya.

    Namun dengan upaya keras, ledakan kasus berhasil diatasi di saat banyak negara lain menghadapi kenaikan kasus signifikan. Jumlah kasus di Indonesia terus menurun dan aktivitas sosial ekonomi kembali dibuka. “Fakta ini menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan resiliensi dan ketahanan bangsa menghadapi pandemi COVID-19,” imbuh Wiku.

    Untuk itu, upaya kolektif seluruh lapisan masyarakat merupakan kunci mempertahankan kondisi yang cukup baik ini. Sementara dari sisi pemerintah melakukan upaya percepatan peningkatan capaian vaksinasi utamanya dosis kedua. Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah tertinggi orang yang telah divaksinasi minimal dosis pertama.

    Hal lain yang terus diingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk wajib menerapkan disiplin protokol kesehatan terlebih ditengah aktivitas dan mobilitas yang semakin meningkat. Jika setiap orang bertanggung jawab untuk memakai masker, rajin mencuci tangan dan sebisa mungkin periode Nataru tidak menyebabkan ledakan kasus COVID-19.

    Mobilitas meningkat akan aman COVID-19 apabila masyarakat selalu menghindari kerumunan dan menjaga jarak. Upaya preventif ini akan sukses apabila pengelola fasilitas publik memastikan adanya petugas yang tidak hanya melakukan skrining di pintu masuk melalui aplikasi PeduliLindungi, namun juga mengawasi penerapan protokol kesehatan di dalam fasilitas publik tersebut. Dan para pengunjung, diminta jangan ragu saling mengingatkan apabila ada yang tidak disiplin protokol kesehatan.

    “Apabila terdapat aktivitas sosial ekonomi yang mulai berjalan atau diuji cobakan namun terbukti menyebabkan klaster atau kenaikan kasus, saya meminta pelaksana dan pemerintah daerah setempat untuk tegas menutup sementara dan mengevaluasi pembukaan aktivitas terkait,” pungkasnya.

    Editor : Kuswandi

    Reporter : Muhammad Ridwan, ARM


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBerkat PPnBM, pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 36 persen
    Next Article Indonesia Terima Kedatangan 6,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.