Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pemerintah Dinilai Gegabah Klaim Bisa Produksi Vaksin Covid-19 Awal Tahun Depan
    News

    Pemerintah Dinilai Gegabah Klaim Bisa Produksi Vaksin Covid-19 Awal Tahun Depan

    July 23, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pemerintah Dinilai Gegabah Klaim Bisa Produksi Vaksin Covid-19 Awal Tahun Depan

    disampaikan Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia (IAKMI) Dr. Hermawan Saputra dalam diskusi Dialektika Demokrasi “Vaksin Covid: Masalah atau Solusi?” yang digelar oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

    JAKARTA, Jurnas.com – Klaim pemerintah bakal mampu memproduksi vaksin Covid-19 pada awal tahun depan dinilai oleh praktisi kesehatan sebagai sesuatu yang over estimate dan sikap gegabah yang terus diulang.

    Demikian disampaikan Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia (IAKMI) Dr. Hermawan Saputra dalam diskusi Dialektika Demokrasi  “Vaksin Covid: Masalah atau Solusi?” yang digelar oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

    Hermawan mengataan, proses pembuatan vaksin tidak bisa didorong-dorong untuk segera selesai dan berhasil serta langsung didistrubikan ke masyarakat. Vaksin adalah proses yang natural karena berkaitan dengan proses ilmiah dan clinical trials.

    “Sehingga ada tahap-tahap yang dilakukan dari mulai penyelidikan tentang subtant dari dari virus ini,  kaitan dengan reaksi terhadap antigen, antibodi, uji klinis di laboratorium dan tahapan-tahapan lainnya hingga pada clinical trials,” kata Hermawan.

    Menurut Hermawan, seharusnya selama proses penyelidikan dan penelitian vaksis itu sifatnya silent, tidak bisa dibuka dan diumumkan begitu saja. Sebab, bila salah mengkomunikasikan di ruang-ruang publik, itu menjadi bumerang.

    Baca juga.. :

    • Kasus Djoko Tjandra, BMI: Maling Kecil Dipukuli, Maling Besar Dilayani
    • Fraksi PKB DPR Kawal Agenda Aksi Melayani Indonesia
    • Peringati Hari Anak Nasional, Bamsoet Ajak Bangun Karakter Anak Melalui Empat Pilar MPR

    “Jangan ulangi kejadian ketika presiden mengumumkan bahwa klorokuin dan avigan bisa menyembuhkan Covid-19, tetapi faktanya hingga sekarang tidak terjadi dan tidak ada yang menggunakan obat itu,” katanya.

    Menuruttnya, semua praktisi kesehatan sepakat bahwa paling cepat vaksin covid-19 dapat digunakan oleh masyarakat luas pada akhir tahun 2021.

    “Tetapi kalau ada pejabat pemerintah mengatakan awal tahun depan,  ini sebenarnya yang kita cukup sayangkan. Ppadahal ini menyangkut perspektif kesehatan dan menyangkut nyawa dan juga kehidupan manusia,” tuturnya.

    Pada kesempatan itu, Hermawan juga menyampaikan bahwa hingga saat Indonesia belum memiliki arah kebijakan yang betul-betul tajam untuk pengendalian Covid-19. Pengendalian Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diharapkan menjadi  salah satu solusi dalam pencegahan dan penanganan Covid-19, tetapi kenyataannya hingga hari ini hanya 3 provinsi yang menerapkan yaitu  DKI Jakarta, Jawa barat dan Sumatera barat.

    Kabupaten kota pun di awal sangat populer menginisiasi PSBB tetapi oleh provinsi dan pusat malah ada proses yang agak rumit. Bahkan sekarang PSBB tidak menjadi populer,  bukan menjadi pilihan  dan bahkan hampir dihilangkan dengan keluarnya kebijakan PSBB transisi, PSBB proporsional, dan istilah-istilah pelonggaran lainnya.

    “PSBB itu dari awal bentuk intervensi longgar,  tetapi karena harus dilonggarkan lagi itu sama halnya tidak ada PSBB,” katanya.

    Kemunculan kebijakan baru dengan Perpres  Nomor 82  Tahun 2020,  tanggal 20 Juli lalu, telah merubah nomenklatur Gugus Tugas Covid-19 menjadi komite kebijakan nasional untuk pemulihan ekonomi nasional  dan pengendalian Covid-19. Sehingga gugus tugas bermetamorfosa menjadi satgas.

    “Satuan tugas dengan gugus tugas itu beda makna. Gugus tugas sangat taktis untuk bekerjasama dengan stakeholder yang lain,  kemudian dia juga bisa mengumkan secara rutin informasi Covid-19. Sekarang ada di bawah payung lembaga baru,  sehingga kalaupun ada komunikasi maka itu bukan komunikasi gugus tugas,  tapi komunikasi oleh komite kebijakan pemulihan ekonomi nasional dan pengendalian covid-19, maka penekanannya akan berubah,” jelasnya.

     

    TAGS : dialektika demokrasi vaksin covid-19

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/75906/Pemerintah-Dinilai-Gegabah-Klaim-Bisa-Produksi-Vaksin-Covid-19-Awal-Tahun-Depan/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleYusril: Bahas RUU HIP Secara Politik Hanya Menimbulkan Keributan
    Next Article Bangun Kekuatan Nirmiliter, Kemenhan Siapkan SDM Unggul
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.