Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Penderita Kanker di Iran Kesulitan Obat Gegara Sanksi AS
    News

    Penderita Kanker di Iran Kesulitan Obat Gegara Sanksi AS

    September 13, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Penderita Kanker di Iran Kesulitan Obat Gegara Sanksi AS

    Ilustrasi obat.

    Teheran, Jurnas.com – Duta Besar Iran dan perwakilan tetap untuk kantor Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Esmaeil Baghaei Hamaneh, mengecam Amerika Serikat (AS) karena menjatuhkan sanksi kejam terhadap Iran.

    Ia memperingatkan, akan ada konsekuensi negatif dari tindakan sanksi terhadap kejahatan terhadap kemanusiaan.



    Di depan panel tentang tindakan pemaksaan unilateral selama sesi ke 42 Dewan HAM PBB di Wina, Hamaneh mengatakan dunia menganggap sanksi sepihak sebagai pelanggaran hukum internasional.

    Ia mengatakan kelanjutan dari pendekatan ilegal negara-negara tertentu merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional, dan tantangan di depan sistem keamanan kolektif dunia berdasarkan pada piagam PBB.

    Baca juga.. :

    • Presiden Nicolas Maduro Tegaskan Tak Akan Hadiri Majelis Umum PBB
    • Iran Siap Bela Kepentingannya di Teluk Persia
    • Israel Mata-matai Donald Trump

    Karena itu, ia meminta negara-negara lain mengambil langkah-langkah untuk menetralisir dampak sanksi, dan menekankan perlunya konsensus global tentang oposisi terhadap penerapan larangan ilegal di luar teritorial.

    Menyoroti dampak destruktif dari sanksi terhadap hak asasi manusia yang paling mendasar, Baghaei menyebut mereka sebagai penguasa sanksi yang harus dikutuk karena melanggar hak asasi manusia dan pembunuh pasien serta anak-anak yang tidak bersalah.

    Pasien yang menderita kanker di Iran kesulitan mendapatkan obat-obatan yang diperlukan untuk terapi karena sanksi AS yang dijatuhkan pada negara tersebut.

    Seorang profesor farmakologi Iran baru-baru ini menulis dalam sebuah artikel kepada Menteri Kebijakan Luar Negeri bahwa ada seorang pasien kanker di Ira kehilangan nyawanya akibat dari larangan AS.

    Profesor toksikologi dan farmakologi di Universitas Teheran Ilmu Kedokteran, Abbas Kebriaee Zadeh, menulis, sanksi AS terhadap Iran secara tidak langsung menghambat aliran obat-obatan vital untuk pasien kanker di Republik Islam.

    Surat itu menyebutkan, sementara Washington mengklaim sanksi kerasnya terhadap Iran tidak akan menargetkan aliran obat-obatan dan kebutuhan kemanusiaan lainnya ke Iran, sanksi perbankan sebenarnya meningkatkan harga impor, memblokir rantai pasokan, dan menciptakan kekurangan obat mematikan di negara itu.

    Perwakilan khusus AS untuk urusan Iran Brian Hook baru ini mengklaim, hanya mitos sanksi sepihak AS terhadap Iran termasuk pasokan medis; Namun, obat-obatan tertentu terutama yang dibuat di AS sulit diperoleh di Iran dilaporkan karena sanksi perbankan yang menghambat transaksi uang yang menyebabkan beberapa perusahaan Barat menolak untuk menjual obat-obatan dan peralatan medis yang diperlukan ke Iran.

    Ketegangan antara Teheran dan Washington memanasa sejak Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan memulihkan kembali sanksi terberat yang pernah ada terhadap Republik Islam.

    Pihak-pihak Eropa dalam perjanjian nuklir sejak itu telah berusaha meyakinkan Iran untuk tetap berada dalam pakta dengan berjanji untuk melindungi kepentingan ekonominya dari sanksi AS. Namun, mereka sebagian besar gagal memenuhi janji mereka.

    TAGS : Amerika Serikat Sanksi AS Donald Trump Obat-obatan

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/59250/Penderita-Kanker-di-Iran-Kesulitan-Obat-Gegara-Sanksi-AS/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMassa Bentrok Karena Dihalangi Bertemu Pimpinan KPK
    Next Article Digitalisasi Sekolah, Kemdikbud Beri Tablet ke 1,7 Juta Siswa
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 11 Rekomendasi Mobil Keluarga Murah dan Irit Terbaik 2026
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.