Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Peringatan Dini Bencana, Indonesia Tekankan Pentingnya Peran Perempuan
    News

    Peringatan Dini Bencana, Indonesia Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

    March 12, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Peringatan Dini Bencana, Indonesia Tekankan Pentingnya Peran Perempuan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Peringatan Dini Bencana, Indonesia Tekankan Pentingnya Peran Perempuan 2
    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (dua dari kiri) yang sekaligus Wakil Tetap Indonesia untuk organisasi meteorologi dunia (World Meteorological Organization/WMO) saat menjadi pembicara dalam forum diskusi bertajuk “The Third Session of the Commission for Weather, Climate, Water and Related Environmental Services and Applications” (SERCOM-3), 4-9 Maret 2024, di Nusa Dua Bali Sabtu (9/3/2024). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Untuk meminimalisasi dampak kerusakan yang dirasakan masyarakat seiring dengan derasnya arus perubahan iklim dunia saat ini, pemerintah Indonesia melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya peningkatan keterlibatan kaum perempuan dalam upaya peringatan dini bencana.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (12/3), mengatakan bahwa kemampuan dan perspektif unik perempuan yang dapat menjangkau kelompok-kelompok paling rentan seperti anak-anak, penyandang disabilitas dan lanjut usia secara efektif, menjadi alasan utama mengapa peran mereka perlu ditingkatkan dalam upaya peringatan dini itu.

    Peran perempuan untuk mengakselerasi peringatan dini bencana alam ini menjadi salah satu isu strategis yang dipaparkan BMKG kepada 139 delegasi dari 94 negara peserta forum diskusi bertajuk “The Third Session of the Commission for Weather, Climate, Water and Related Environmental Services and Applications” (SERCOM-3), 4-9 Maret 2024 di Nusa Dua, Bali.

    Dari situ, ia menyerukan beberapa hal yang penting untuk mulai dipertimbangkan misalnya seperti memperbanyak pelibatan perempuan dalam kajian mitigasi, risiko bencana, penyusunan rencana pemulihan darurat, dan rehabilitasi maka akan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan adil.

    “Demikian dimaksud dengan strategi manajemen bencana yang proaktif, untuk mereduksi potensi dampak bencana akibat perubahan iklim. Selain akses, sumber daya, dan kontrol informasi, ketangguhan masyarakat juga tidak boleh dipinggirkan,” kata Dwikorita, yang sekaligus Wakil Tetap Indonesia untuk organisasi meteorologi dunia (World Meteorological Organization/WMO).

    Meski belum sempurna, namun ia memastikan bahwa Indonesia cukup konsisten menerapkan keseimbangan dan inklusivitas gender seperti itu.

    Hal demikian setidaknya dapat dibuktikan dari tingginya partisipatif perempuan dalam parlemen hingga organisasi kerelawanan, sehingga aksesibilitas peringatan dini bencana alam sudah berjalan baik.

    Contohnya Indonesia mampu menekan angka kasus korban bencana alam meninggal dunia dengan jumlah rata-rata 26,7 persen dari total 388.736 jiwa orang terdampak dalam rentang waktu 10 tahun terakhir (2014-2023).

    Berdasarkan catatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah itu jauh lebih baik ketimbang beberapa dasawarsa sebelumnya yang mana kasus meninggal dunia akibat bencana alam mencapai angka rata-rata 30-40 persen.

    “Intinya harus memasukkan pengarusutamaan gender dalam semua aspek strategi, inisiatif, dan kegiatan WMO, terutama yang berkaitan dengan layanan dan infrastruktur, pada tingkat implementasi global, regional, dan nasional,” katanya.

    Semua gagasan BMKG mewakili pemerintah Indonesia tersebut mendapat respons positif dari Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo.

    Celeste membenarkan bahwa ​​​​​​minimnya dukungan partisipasi penuh dan kepemimpinan yang diberikan kepada kaum perempuan jadi tantangan tersendiri. Padahal perempuan sangat efektif dalam memobilisasi masyarakat saat terjadi bencana, dan berada di garis depan pemulihan.

    Karena itu, ia berharap forum pertemuan di Bali ini mesti jadi pemicu bagi setiap negara peserta untuk mendobrak hambatan sistemik itu yang masih menghantui jejak langkah perempuan dalam membangun masyarakat berkelanjutan yang sadar bencana. (Kmb/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBadai Monica renggut empat nyawa di Prancis selatan
    Next Article Seluruh Balai Diintruksikan Siaga Hadapi Musim Pancaroba
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung
    • Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.