Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»PKB: UMKM Adalah Jangkar Pengaman dari Pengangguran Massal
    News

    PKB: UMKM Adalah Jangkar Pengaman dari Pengangguran Massal

    February 29, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    PKB: UMKM Adalah Jangkar Pengaman dari Pengangguran Massal

    Ketua DPP PKB Dita Indah Sari

    Jakarta, jurnas.com – Ketua DPP PKB bidang Ketenagakerjaan dan Migran Dita Indah Sari mengingatkan, bahwa jangkar pengaman penyerapan tenaga kerja adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

    Ia pun meminta, pembahasan RUU Omnibus Law (Cipta Kerja) jangan hanya terfokus dan membesar-besarkan sektor induatri formal yang besar, apalagi hanya fokus pada yang padat modal.

    “Jangkar pengaman penyerapan tenaga kerja kita saat ini ternyata bukanlah industri formal yang besar, apalagi padat modal. Jangkarnya adalah UMKM. Menyedihkan, tapi itu fakta yang harus diterima,” ujar Dita Indah Sari kepada media di Jakarta, Sabtu (29/2).

    Dita memaparkan catatan yang dihimpun PKB dari BPS, ada 116.978.631 orang tenaga kerja terserap di UMKM. Dari jumlah itu 89%-nya ada di usaha mikro, yang pekerjanya kurang dari 4 orang per unit, dan sifatnya jelas informal. Sementara usaha besar menyerap berapa? Hanya 3%, atau sekitar 3,6 juta orang saja.

    “Kami tidak sedang mempertentangkan yang kecil dengan yang besar, raksasa dengan liliput. Namun struktur ekonomi semacam ini memang lampu kuning,” jelasnya.

    Dita pun menegasan UMKM harus dihidupkan terus, dari hulu ke hilir. Apalagi situasi ekonomi global sedang mengalami perlambatan seperti ini.

    “Industri padat karya skala besar belum tentu segera mau tanam modal. Jadi untuk sementara, yang ada ya kita ramut baik-baik. Ya UMKM itu,” sambung Dita.

    Pemerintah memang sudah melakukan banyak upaya untuk mendongkrak UMKM. Subsidi bunga KUR 6%, keringanan pajak 5%, akses pelatihan dan pemberdayaan di banyak kementerian, digitalisasi dan lainnya.

    Namun bagi PKB, lanjut Dita, kunci keberlanjutan usaha kecil adalah terintegrasinya mereka dengan ekosistem industri yang lebih besar.

    “UMKM harus jadi bagian dari supply chain bagi industri formal,” ucapnya.

    Ia pun menelaskan UMKM makanan, kerajinan, kesenian menjadi bagian terintegrasi dengan industri pariwisata. UMKM pertanian menjadi bagian dari industri pengolahan makanan minuman. Skemanya bisa public private partnership atau bantuan full pemerintah dan bank

    “Jadi apa yang sudah dimiliki jangan disia-siakan. Bagaimana si kecil yang berjasa ini bisa terus hidup dan berperan besar,” tuntas Dita Indah Sari, Ketua DPP PKB bidang Ketenagakerjaan dan Migran.

    TAGS : UMKM industri Formal Dita Indah Sari PKB

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/68209/PKB-UMKM-Adalah-Jangkar-Pengaman-dari-Pengangguran-Massal/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMenhub Berharap Jalur KA Barru-Pangkep Tuntas Akhir Tahun 2020
    Next Article Gairahkan Sektor Wisata, PT Angkasa Pura II Diskon PSC 20% untuk 1 Juta Penumpang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.