Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Polana: Penerbangan Tanpa Awak Miliki Potensi Ekonomi Menjanjikan
    News

    Polana: Penerbangan Tanpa Awak Miliki Potensi Ekonomi Menjanjikan

    May 15, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Polana: Penerbangan Tanpa Awak Miliki Potensi Ekonomi Menjanjikan

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti (kiri) dan Duta Besar Amerika Serikat Joseph R Donovan bertukar cinderamata dalam pertemuan working group di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

    Jakarta, Jurnas.com – Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana Banguningsih Pramesti mengemukakan teknologi berkembang sangat cepat, salah satunya penggunaan drone  atau Unmanned Aircraft System (UAS) pesawat tanpa awak. Penerbangan tanpa awak menawarkan berbagai kemampuan dan  kecanggihan,  sehingga  industri tersebut  memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

    “Ini merupakan tantangan bagi regulator, dan membutuhkan waktu khusus untuk  mengatur manajemen lalu lintas udara. Tantangan umum terletak pada mengintegrasikan pesawat berawak dan tak berawak dengan aman dan efisien terutama  dalam penggunaaan  wilayah udara yang sama,” kata Polana saat membuka pertemuan kelompok kerja atau working group Indonesia – Amerika Serikat di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

    Polana berharap kegiatan ini mampu memberikan sejumlah solusi dari tantangan yang dihadapi penerbangan saat ini seperti peraturan  penerbangan terkait kedua negara, update teknologi UAS serta sharing terkait  bagaimana Pemerintah AS dalam penanganan  operasi UAS, serta membahas  kesiapan infrastruktur Indonesia untuk menghadapi perkembangan UAS beserta risiko dan pengawasannya.

    “Seperti yang kita ketahui, bahwa pengoperasian UAS telah memberikan sejumlah manfaat diberbagai sektor, oleh karena itu Ditjen Hubud perlu mendukung pengoperasian UAS yang berkelanjutan tetapi harus sesuai dengan aturan tanpa mengesampingkan keselamatan dan keamanan,” jelas Polana.

    Duta besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan mengatakan, working group yang dilaksanakan bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara US – Indonesia khususnya di bidang aviasi.

    “Fokus kali ini adalah infrastruktur transportasi khususnya penerbangan. Industri penerbangan punya peranan penting dalam pembangunan Indonesia,” kata Joseph.

    Joseph menyampaikan, mengingat kondisi geografi Indonesia, yang memiliki ribuan pulau, maka industri penerbangan cukup diandalkan. Sama seperti sektor ekonomi lainnya, industri penerbangan harus terus  berkembang sejalan dengan teknologi. Salah satunya adalah New Aviation System (sistem aviasi terbaru), yakni Unmnaned Aircraft System (UAS) atau pesawat tanpa awak.

    “Kami, AS melihat teknologi UAS akan memberikan dampak signifikan pada sektor penerbangan,” katanya.

    Lebih lanjut, Joseph menambahkan, hal ini tak terlepas dari kemampuan dan kelebihan UAS yang bisa mengirimkan bantuan dalam waktu cepat, dapat digunakan dalam membantu perkembangan ekonomi digital dan e-commerce serta meningkatkan realibilitas pembangunan ekonomi dan infrastruktur. UAS atau pesawat tanpa awak, tak dapat dipungkiri, sangat efisien dan efektif menjangkau daerah atau kawasan-kawasan remote yang memang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia.

    Dalam pertemuan yang bertajuk “Strengthening Aviation By Incorporating Innovative Technology In Indonesia” tersebut turut dihadiri Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan, Commercial Counselor Rosemary Gallant,  Direktur FAA Regional Asia Pasifik, Carey Fagan, Perwakilan FAA Asia Tenggara, James Spillane, Sesditjen Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono, Direktur Keamanan Penerbangan Dadun Kohar, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Elfi Amir, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara, M Alwi, Kasubdit SSNP Direktorat Navigasi Penerbangan, Hasan Bashory, Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standarisasi AirNav Indonesia, Yurlis Hasibuan, perwakilan dari PT. Angkasa Pura I, PT. Angkasa Pura II, INACA, dan perwakilan dari maskapai serta stakeholder penerbangan lainnya.



    TAGS : Pesawat tanpa awak drone Dirjen Hubud Polana RI-AS

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/52658/Polana-Penerbangan-Tanpa-Awak-Miliki-Potensi-Ekonomi-Menjanjikan/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleWings Air Terbang Komersial di Bandara M Taufik Kiemas Mulai 25 Mei
    Next Article Buruan Daftar! Puluhan BUMN Sediakan 35.505 Tiket Mudik Gratis Pakai Kapal Pelni
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung
    • Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.