Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Potensi Pemasukan dari Diskon PPnBM Mobil Capai Rp 5,17 Triliun
    Ekonomi

    Potensi Pemasukan dari Diskon PPnBM Mobil Capai Rp 5,17 Triliun

    September 1, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Potensi Pemasukan dari Diskon PPnBM Mobil Capai Rp 5,17 Triliun 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Agen pemegang merek (APM) otomotif mendukung penuh upaya Kementerian Perindustrian mengusulkan perpanjangan pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen sampai akhir tahun. APM menyebutkan, insentif tersebut sangat membantu market otomotif dan industri-industri pendukung.

    PT Toyota Astra Motor (TAM) mencatatkan tren penjualan positif yang salah satu faktor terstimulus adalah kebijakan PPnBM. “Kita sudah mendengar juga dari Gaikindo evaluasinya (PPnBM 100 persen, Red). Memang harus diakui seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan insentif PPnBM, ini sangat membantu market otomotif,” ujar Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy Selasa (31/8).

    Pabrikan Jepang lainnya, yakni Honda, mengakui bahwa diskon PPnBM 100 persen terbukti efektif mendorong pertumbuhan pasar otomotif dalam beberapa bulan terakhir. “Kami percaya bahwa pemerintah juga telah mempelajari dampak positif dari insentif ini dan dapat mengambil kebijakan yang paling baik untuk semua pihak,” ujar Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy.

    Sementara itu, kajian dari Institute for Strategic Initiatives (ISI) menunjukkan beberapa dampak kebijakan relaksasi PPnBM. Pertama, program itu terbukti efektif mendongkrak utilisasi industri otomotif nasional yang mengalami penurunan akibat pandemi.

    “Bahkan, dikatakan pemerintah berpotensi mendapatkan pemasukan sebesar Rp 5,17 triliun karena kebijakan ini,” ujar Direktur ISI Luky Djani.

    Kedua, relaksasi pajak itu terbukti menguntungkan semua pihak. Mulai masyarakat, industri otomotif, industri yang terkait, pemerintah, dan perekonomian nasional.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : (agf/han/c13/dio)


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDampak Pandemi, Banyak LPD di Badung Hadapi Masalah Likuiditas
    Next Article FKL 2021 Mencari Tiga Katagori UKM Terbaik di Lima Destinasi Super Prioritas – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.