Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Presiden Ingatkan Ada Seratusan Kepala Daerah Akhiri Masa Jabatan di 2022
    News

    Presiden Ingatkan Ada Seratusan Kepala Daerah Akhiri Masa Jabatan di 2022

    April 10, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Presiden Ingatkan Ada Seratusan Kepala Daerah Akhiri Masa Jabatan di 2022 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Presiden Ingatkan Ada Seratusan Kepala Daerah Akhiri Masa Jabatan di 2022 2
    Tangkapan layar Presiden Jokowi memimpin Ratas Persiapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, Minggu (10/4). (BP/iah)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Presiden Joko Widodo meminta agar para pejabat pengganti kepala daerah yang berakhir masa jabatannya tahun ini disiapkan. Hal itu diingatkan kembali oleh Presiden dalam rapat terbatas persiapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, Minggu (10/4).

    Dalam pengantarnya yang disiarkan secara virtual di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi mengatakan bahwa seratusan kepala daerah, terdiri dari gubernur, bupati, maupun wali kota berakhir masa jabatannya di 2022. Sedangkan Pilkada serentak akan digelar dua tahun lagi, 2024. “Kita juga harus menyiapkan pejabat gubernur, pejabat bupati, pejabat wali kota yang berakhir masa jabatannya di 2022. Ada 101 daerah. Siapkan, karena ada 7 gubernur, 76 bupati, dan ada 18 wali kota yang harus diisi,” ujarnya.

    Ia menekankan agar figur-figur kepala daerah ini bisa disiapkan dengan baik. “Sehingga kita mendapatkan kepala daerah yang capable, memiliki leadership yang kuat dan mampu menjalankan tugas yang berat di tengah situasi ekonomi yang tidak mudah, situasi ekonomi global yang tidak gampang,” tekannya.

    Menjelang konstetasi politik, ia mengakui biasanya suhu akan menghangat. Namun, ia mengingatkan agar jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh kepentingan politik. “Saya juga minta dilakukan edukasi, pendidikan politik yang masif pada masyarakat, pada para kontestan jangan membuat isu-isu politik yang tidak baik, terutama isu-isu politik identitas yang mengedepankan isu politik SARA. Saya kira kita memiliki pengalaman yang tidak baik di pemilu-pemilu sebelumnya, kita harapkan ini tidak terjadi di Pemilu 2024,” harapnya. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePresiden Tegaskan Pemilu Diadakan 14 Februari 2024
    Next Article Aespa Resmi Jadi Brand Ambassador Bank KB Bukopin
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.