Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Prokes 3M dan Vaksin, Upaya Putus Penyebaran COVID-19
    News

    Prokes 3M dan Vaksin, Upaya Putus Penyebaran COVID-19

    December 3, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Prokes 3M dan Vaksin, Upaya Putus Penyebaran COVID-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Prokes 3M dan Vaksin, Upaya Putus Penyebaran COVID-19 2
    dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc. (BP/iah)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung setelah 9 bulan membutuhkan upaya terus menerus untuk menghentikannya. Termasuk, penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak). Kini, dengan adanya vaksin COVID-19, harapan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini makin tinggi.

    Menurut seorang ahli Imunisasi, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc, dalam Dialog Produktif Rabu Utama dengan tema “Siapkan Kedatangan Vaksin,” yang disiarkan kanal YouTube FMB9ID_IKP, COVID-19 merupakan penyakit baru yang perlu dikenali. Jika sudah dikenali, bandingkan dengan penyakit yang sudah dikenal. Misalnya campak.

    Campak itu, kata dr. Elizabeth, sebelum ada vaksinnya merupakan pembunuh terbesar. Tapi sekarang, campak itu dianggap penyakit yang tidak mematikan padahal ada juga dampaknya yang membahayakan jika vaksinasi tidak dilakukan. “Campak maupun cacar air sekali kita kena, tidak akan kena lagi. Tapi dampak panjangnya itu yang ditakutkan,” jelasnya.

    COVID-19 pun dikhawatirkan seperti itu. Dari beberapa testimoni, meski sembuh ada gejala yang menetap. Misalnya ada yang mengalami sesak nafas menetap, kebotakan, gangguan mental, dan gigi membusuk. “Jangan sampai kita mengambil risiko. Lebih baik jangan kena,” tegasnya.

    Dikatakan jika sudah kena COVID-19, akan memperoleh kekebalan alamiah. Tapi hal itu belum tentu terjadi sebab ada sejumlah penderita COVID-19 yang kembali tertular setelah dinyatakan sembuh.

    Hal ini relevan dengan adanya beberapa penyakit yang tidak menimbulkan kekebalan alamiah, misalnya tetanus dan difteria. “Jadi untuk penyakit ini harus dihindari dengan kekebalan buatan, yaitu vaksin,” jelasnya.

    Pembuatan vaksin, umumnya rata-rata 10-15 tahun bahkan bisa sampai 30 tahun. Tapi, untuk COVID-19 tidak bisa menunggu selama itu sehingga dipercepat. “Tapi bukan berarti asal-asalan. Seluruh tahapannya harus dilalui,” paparnya.

    Vaksin itu tidak bisa dijamin 100 persen keampuhannya. Sehingga protokol kesehatan tetap harus dijaga.

    Idealnya satu kali saja disuntikkan. Tapi saat ini, rata-rata produk vaksin yang ada membutuhkan dua kali pemberian. “Kita belum tahu berapa lama masa bertahannya. Karena masih dalam pemantauan,” sebutnya.

    Terkait Prokes, ia mengatakan bahwa tahapan itu diperoleh dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), jadi tidak asal-asalan dan sudah diteliti secara ilmiah. Berdasarkan penelitian ilmiah, bebernya, jika tidak menggunakan apa-apa (tanpa pencegahan), kemungkinan 100 persen tertular. Sedangkan cuci tangan dengan sabun bisa mengurangi risiko penularan hingga 35 persen.

    Jika menggunakan masker biasa (kain), risiko penularan berkurang 45 persen. “Pakai masker medis 70 persen. Jaga jarak minimal 1 meter risikonya turun 85 persen. Dengan menerapkan ketiganya risiko penularan akan makin turun lebih banyak,” jelasnya.

    Dalam kalkulasi, kapasitas produksi vaksin di dunia tidak akan cukup untuk seluruh penduduk. Oleh karena itu prokes 3M harus tetap dijalankan hingga vaksin datang. “Bahkan setelah diimunisasi pun, jangan merasa terlindungi 100 persen. Menggunakan masker dan mencuci tangan sepertinya harus terus dilakukan ke depannya. Kebiasaan seperti itu, mungkin kita harus budayakan,” tutupnya. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSedan sampai roadster, BMW klaim punya varian mobil premium terlengkap
    Next Article Ini, Proyeksi BI untuk Pertumbuhan Ekonomi Bali di 2021
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.