Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pulau Komodo Tetap ‘Dijual’, Ini Penjelasan Luhut
    News

    Pulau Komodo Tetap ‘Dijual’, Ini Penjelasan Luhut

    November 27, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pulau Komodo Tetap 'Dijual', Ini Penjelasan Luhut 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pembangunan Taman Nasional Komodo yang masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo tetap dikembangkan meskipun menuai banyak kritikan. Sebab, proyek Pulau Komodo yang mendapat julukan Jurassic Park ini dianggap mengancam habitat asli Komodo.

    Menurutnya, yang menjadi alasan pengembangan kawasan tersebut karena habitat komodo cuma ada satu-satunya didunia. Sehingga, hal itu memiliki nilai yang tinggi untuk dikembangkan sebagai objek pariwisata.

    “Saya pikir komodo ini cuma satu-satunya di dunia, jadi kita harus jual. Karena orang tidak suka, atau terus terang saja, underestimate kepada kita,” ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (27/11).

    Luhut menjelaskan, tujuan pemerintah mengembangkan pariwisata di Pulau Komodo justru untuk melestarikan hewan yang dilindungi tersebut. Meskipun, ia mengakui bahwa proyek pengembangan di Pulau Komodo memang bertujuan komersil.

    “Kalau dibilang komersil ya kami harus komersil, karena kami mau merawat binatang ini supaya binatang ini bisa kami pelihara terus,” imbuhnya.

    Luhut mengatakan, proyek di Taman Nasional Komodo akan dipisahkan antara wilayah untuk banyak dan turis dana yang super premium. Sehingga, Ia meminta Gubernur NTT untuk menggandeng konsultan global terkait keputusan hal itu.

    “Kan ada Pulau Rinca dan Komodo, tinggal nanti kita putuskan pulau mana yang banyak kita mungkin masif turis dan mana pulau yang kita bikin six stars. Kalau orang mau datang ke sana ya dia harus bayar mahal,” tutupnya.

    Editor : Banu Adikara

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBSM Luncurkan Fitur E-Emas – KRJOGJA
    Next Article HUT ke-20 Apkasindo, Moeldoko: Terbukti Bisa Bantu Petani
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.