Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Puncak HSN 2019, Habib Jindan: Santri Tak Gampang Terprovokasi
    News

    Puncak HSN 2019, Habib Jindan: Santri Tak Gampang Terprovokasi

    October 21, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Puncak HSN 2019, Habib Jindan: Santri Tak Gampang Terprovokasi

    Habib Jindan Bin Novel Bin Salim Bin Jindan (Foto: Dok. Kemenag)

    Jakarta, Jurnas.com – Santri Indonesia harus menjadi garis depan dalam menampilkan Islam yang rahmatan lil `alamin. Demikian disampaikan oleh Habib Jindan Bin Novel Bin Salim Bin Jindan dalam peringatan Puncak Hari Santri (HSN) 2019 yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta pada Senin (21/10) malam.

    Peringatan malam Santriversary ini dihadiri Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, sejumlah utusan dari kedutaan besar negara tetangga, serta para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

    Habib Jindan yang tampil memberi tausiyah mengingatkan agar santri memiliki ilmu yang tercermin pada perilaku yang akhlaqul karimah.

    “Ilmu dan agama yang asli akan  memunculkan sikap tawadhu dan penuh kasih sayang kepada sesama,” kata Habib Jindan.

    Keberagamaan orang Indonesia banyak diuji dengan berbagai peristiwa dan banyaknya tokoh agama yang retoris.

    Baca juga.. :

    • Politikus PKB Tegaskan Provokasi Adalah Kejahatan
    • Liga Arab Kecam Provokasi Israel di Masjid al-Aqsa
    • Kiai Ma`ruf Ajak Para Pendukung Berpolitik Santun dan Jangan Terprovokasi Kampanye Hitam

    “Ilmu yang benar membuat pemiliknya tidak gampang terpancing provokasi. Hati-hati
    zaman sekarang banyak ustad yang aneh-aneh,” tambahnya.

    Kepada sekitar 2.000 santri se-Jabodetabek yang hadir, ia menekankan pentingnya ilmu bagi kehidupan berbangsa dan bernegara secara damai.

    “Ilmu dan takut kepada Allah itu tak terpisahkan. Yang mengklaim berilmu tetapi tidak tercermin dalam sikap maka ilmunya palsu,” jelas dia.

    Senada dengan Habib Jindan, KH Ahmad Muwaffiwq (Gus Muwaffiq) yang tampil sebagai pembicara kedua menyebut santri merupakan pewaris ulama yang harus konsisten dengan ajaran Rasulullah SAW.

    Islam, lanjut Gus Muwaffiq, bukan tentang jubah, tapi substansi syar’inya. “Jubah itu kalau di sini terwujud dalam bentuk sarung,” kata Gus Muwaffiq.

    “Ruang besar yang namanya nusantara, kalau santri ikut mikir, semua selesai,” ujar dia.

    Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan, pesantren merupakan center of excellent yang menjadi pusat pendidikan, keagamaan, dan kebangsaan.

    Bila keberagamaan ada di tangan santri seperti saat ini, maka negeri ini akan meraih kedamaian. “Karena cinta tanah air dan moderasi beragama telah sukses menjadi bagian dari identitas santri,” kata Kamaruddin.

    Kamaruddin optimistis santri Indonesia dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keberagamaan dan kebangsaan.

    Peringatan puncak hari santri ini dikemas dalam acara Santriversary yang bertajuk Syiar dan Syair Perdamaian.

    Menurut Kamaruddin, tema ini diangkat dalam rangka menggalakkan kembali syiar-syiar agama yang santun dan damai, sebab belakangan ini terjadi penyimpangan dakwah dan cenderung menyebarkan provokasi dan ujaran kebencian.

    Hari Santri Nasional (HSN) diperingati tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015, mengambil momen resolusi jihad yang difatwakan KH Hasyim Asy’ari dari Pesantren Tebu Ireng, Jombang, yang menjadi motor penggerak perlawanan rakyat melawan penjajah Belanda.

    TAGS : Habib Jindan Hari Santri Nasional Provokasi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/61294/Puncak-HSN-2019-Habib-Jindan-Santri-Tak-Gampang-Terprovokasi/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleNgeri, Ini Peran Para Tersangka yang Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden
    Next Article Syukuran Arus Bawah Jokowi, Hasto Ajak Relawan Tetap Kawal Jokowi-Maruf
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.