Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Relaksasi Sering Disalahartikan Sehingga Kasus COVID-19 Melonjak Lagi
    News

    Relaksasi Sering Disalahartikan Sehingga Kasus COVID-19 Melonjak Lagi

    July 20, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Relaksasi Sering Disalahartikan Sehingga Kasus COVID-19 Melonjak Lagi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Relaksasi Sering Disalahartikan Sehingga Kasus COVID-19 Melonjak Lagi 2
    Prof. Wiku Adisasmito. (BP/iah)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Pelaksanaan relaksasi kebijakan perlu kehati-hatian. Sebab, langkah relaksasi yang tidak tepat dan didukung oleh masyarakat dengan baik, memicu lonjakan kasus. Demikian dikemukakan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Nasional, Prof. Wiku Adisasmito, dalam keterangan mingguannya yang disiarkan di kanal BNPB Indonesia, Selasa (20/7).

    Ia mengatakan selama hampir 1,5 tahun menghadapi pandemi COVID-19, pemerintah pusat sudah 4 kali melakukan tahapan pengetatan. Mekanisme pengetatan dilakukan rata-rata 4 sampai 8 minggu dengan efek melandai bahkan menurunnya kasus.

    Namun, relaksasi 13-20 minggu, kenaikan kasus menjadi 14 kali lipat. “Hal ini perlu menjadi refleksi penting pengetatan yang saat ini dilakukan. Pengetatan yang telah berjalan selama 2 minggu ini, sudah terlihat hasilnya, seperti mulai menurunnya BOR di provinsi Pulau Jawa-Bali serta mobilitas penduduk yang menunjukkan penurunan,” katanya.

    Namun, penambahan kasus masih menjadi kendala yang dihadapi. Kasus masih mengalami kenaikan 2 kali lipat dengan kasus aktif 542.328 (18,65 persen). “Kenaikan ini tidak terlepas dari fakta bahwa varian of concern atau berbagai varian COVID-19 saat ini telah masuk ke Indonesia. Khususnya, varian Delta yang telah mencapai 661 kasus di Pulau Jawa-Bali,” ungkapnya.

    Dengan tingginya kasus saat ini, lanjutnya, pemerintah berusaha maksimal dengan melakukan pengetatan dengan membatasi mobilitas. Meningkatkan kapasitas rumah sakit, meningkatkan fasilitas rumah sakit, dan menyediakan obat-obatan. “Namun upaya-upaya ini tidak akan cukup dan pengetatan tidak bisa dilakukan secara terus menerus karena membutuhkan sumber daya yang sangat besar dan risiko korban jiwa yang terlalu tinggi serta berdampak secara ekonomi,” paparnya.

    Ia mengatakan tentunya suatu saat pemerintah akan melakukan relaksasi. Namun, tegasnya, penanganan COVID-19 dapat berhasil dan efektif apabila saat keputusan relaksasi diambil, keputusan tersebut disiapkan dengan matang dan adanya komitmen dalam melaksanakan kebijakan atau kesepakatan dari seluruh unsur. Keduanya ini menjadi kunci terlaksananya relaksasi yang efektif dan aman serta tidak memicu kasus kembali melonjak.

    “Cara ini adalah yang paling murah dan mudah dan dapat dilakukan menyesuaikan segala kegiatan masyarakat,” sebutnya.

    Sayangnya, kata Prof Wiku, melalui pembelajaran yang ditemui di lapangan selama ini, keputusan relaksasi sering tidak diikuti dengan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan dan pengawasan protokol kesehatan yang ideal. “Selain itu, relaksasi juga disalahartikan sebagai keadaan aman sehingga protokol kesehatan dilupakan dan penularan kembali terjadi di masyarakat dan menyebabkan kasus kembali meningkat,” ujarnya. (Diah Dewi/balipost

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJokowi Harus Pimpin Langsung PPKM Darurat, Bukan Luhut
    Next Article Menunggu Keputusan Lanjutan PPKM Darurat, Pengusaha Harap-Harap Cemas
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.