Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sambangi DPP Gerindra dan PKS, KPK: Korupsi Pilihan Hidup
    News

    Sambangi DPP Gerindra dan PKS, KPK: Korupsi Pilihan Hidup

    April 15, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sambangi DPP Gerindra dan PKS, KPK: Korupsi Pilihan Hidup 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Kumbul Kusdwijanto Sudjadi mengatakan praktik korupsi adalah pilihan hidup. Menurutnya, pilihan melakukan korupsi atau tidak melakukan korupsi didasarkan pada keyakinan seseorang.

    Hal ini disampaikan, saat beraudiensi langsung dengan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra dan Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS) di kantornya masing-masing di Jakarta Selatan, Kamis (15/5). KPK melalui program pendidikan antikorupsi berupaya membangun keyakinan itu agar seseorang tidak ingin melakukan korupsi.

    “Siapa pun bisa melakukan korupsi, kapan pun bisa pula melakukan korupsi. Jadi korupsi adalah pilihan hidup, karena orang melakukan korupsi karena keyakinannya. Mau korupsi atau tidak, itu berdasarkan keyakinannya. Kita (KPK) berusaha membangun integritas untuk menginternalisasi keyakinan orang untuk tak korupsi,” kata Kumbul dalam keterangannya.

    Baca Juga: Sambangi Kantor PDIP dan PPP, KPK Minta Benahi Integritas

    Penyebab korupsi, sambung Kumbul, ada beberapa alasan, yakni sifat rakus, ada kesempatan, kebutuhan yang tak pernah terpuaskan, aturan hukum yang belum ditegakkan dengan kuat, lemahnya sistem, dan rendahnya integritas.

    Dalam konteks memperkuat integritas di internal partai, sambungnya, KPK meminta partai untuk menerapkan Sistem Integritas Partai Politik (SIPP). Dalam SIPP, KPK mengajukan partai untuk menerbitkan dan menjalankan standar etika partai dan politisi, membentuk sistem rekrutmen yang berstandar, adanya sistem kaderisasi yang berjenjang dan terlembaga, pembenahan pengelolaan dan pelaporan pendanaan partai, serta terbangunnya demokrasi internal partai.

    “Seperti yang telah kami sampaikan pada partai-partai lainnya, kami meminta Partai Gerindra dan PKS berkomitmen mengisi Tools of Assessment (ToA) yang ada dalam Sistem Integritas Partai Politik (SIPP). Caranya, partai membentuk satu tim yang terdiri atas minimal lima orang yang bertugas dalam pengisian ToA. Kami minta ada satu orang dari Tim itu yang ditunjuk sebagai Liaison Officer (LO) untuk jadi PIC yang akan berkomunikasi dengan kami,” harap Kumbul.

    Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardiana mengemukakan bahwa sampai saat ini partai politik masih dipersepsikan sebagai institusi yang korup. Data KPK menunjukkan bahwa dari seluruh pelaku korupsi yang ditindak KPK, lebih dari 50 persen merupakan kader partai.

    “KPK, selain menindak tindak pidana korupsi, saat ini juga meningkatkan upaya-upaya pencegahan korupsi dan pendidikan antikorupsi, termasuk di partai politik. Karena itu, kita ingin partai menerapkan sistem integritas di partainya masing-masing. Harapannya, partai punya komitmen yang sama dengan KPK untuk menerapkan sistem integritas,” ujar Wawan.

    Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Anwar Ende menyampaikan, sistem pengelolaan internal partainya telah terlaksana dengan relatif baik. Pihaknya, kata Anwar, sudah mempunyai kode etik, termasuk sistem rekrutmen dan kaderisasi, khususnya bagi para calon legislatif melalui seleksi, yang bila memenuhi syarat akan diberikan pelatihan di antaranya mengenai antikorupsi.

    “Kami akan sampaikan hal ini ke pimpinan kami, khususnya mengenai Sistem Integritas Partai Politik dan penunjukan tim pengisian ToA ini,” ujar Anwar.

    Anwar menekankan, apabila ada kadernya yang tertangkap oleh KPK karena melakukan tindak pidana korupsi, yang tertangkap langsung dikeluarkan dan mengundurkan diri dari partai.

    “Kami tak ada kaitannya dengan perilaku korupsi itu,” tegas Anwar.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Nurul Adriyana Salbiah

    Reporter : Muhammad Ridwan


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleWuling angkat tema “New Era New Experiences” di IIMS 2021
    Next Article Pemprov Kepri Izinkan Masyarakat Mudik Lokal
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.