Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sanur, Nusa Dua, dan Ubud Jadi Proyeksi Zona Hijau Bebas Covid-19
    News

    Sanur, Nusa Dua, dan Ubud Jadi Proyeksi Zona Hijau Bebas Covid-19

    March 15, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sanur, Nusa Dua, dan Ubud Jadi Proyeksi Zona Hijau Bebas Covid-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin akan memberikan dukungan kepada pemerintah daerah Bali untuk menjadikan Free Corridor Covid-19. Ada tiga daerah di Bali yang rencananya dijadikan Free Corridor Covid-19, yakni Sanur, Nusa Dua, dan Ubud. Tiga daerah itu diusulkan untuk menjadi zona hijau bebas Covid-19.

    Langkah awal yang akan dilakukan adalah vaksinasi massal. Kegiatan itu difokuskan pada orang yang tinggal dan beraktivitas di tiga wilayah tersebut. Dinas Kesehatan Provinsi Bali mendata dan menemukan 151 ribu orang harus divaksin.

    Budi berpendapat, langkah itu sangat penting untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Bali di dunia internasional. Bali bisa menjadi contoh destinasi wisata yang aman dan sehat. ’’Ini menjadi contoh destinasi wisata dunia. Jadi, orang datang merasa aman, tidak takut apa pun karena demikian disiplinnya kita menjaga kesehatan,” tuturnya.

    Sanur, Nusa Dua, dan Ubud Jadi Proyeksi Zona Hijau Bebas Covid-19 2
    MENARIK PERHATIAN: Sejumlah jukung di Pantai Sanur kemarin (14/3). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

    Dia menekankan, untuk mewujudkan zona hijau bebas Covid-19, daerah yang terpilih harus 100 persen aman dan sehat. ’’Saya setuju semua disuntik vaksin di dua daerah itu. Kalau bisa, suntikan pertamanya kita mulai segera. Saya pengin Maret sudah mulai,” katanya.

    Baca juga: Ada 14 Kecamatan Masuk Zona Hijau di Kabupaten Probolinggo

    Selain vaksinasi, pihaknya menekankan pergerakan masyarakat maupun transportasi yang keluar masuk kawasan benar-benar dipantau. Penerapan 3T dilakukan secara masif sesuai standar WHO. Disediakan juga infrastruktur seperti RS maupun lab PCR yang bagus. ’’Harus ada lab PCR di sekitar kawasan wisata Ubud agar efisien, kalau bisa di atas 500 spesimen per hari. Dan itu nggak boleh lama, selesainya paling lama 24 jam,’’ ujarnya.

    Baca juga: WHO-UE Bantu Penanganan Pandemi di Indonesia

     

    Saksikan video menarik berikut ini:

     

    Editor : Ilham Safutra

    Reporter : lyn/sha/c7/c6/fal


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTerlalu Ceplas-Ceplos, Ucapan 5 Zodiak Ini Sering Menyakitkan
    Next Article Pemerintah Mau Impor Beras, Faisal Basri: Jangan Ulangi Kesalahan 2018
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.