Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sembilan Proyeksi Politik Nasional Ala Ketum PPP
    News

    Sembilan Proyeksi Politik Nasional Ala Ketum PPP

    September 15, 2017No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Sembilan Proyeksi Politik Nasional Ala Ketum PPP

    Ketum PPP, Romahurmuziy

    Jakarta – Indonesia akan menghadapi sembilan megatrend atau proyeksi sembilan kecenderungan politik nasional sepanjang lima Pemilu ke depan. Dimana, demokrasi Indonesia di era reformasi diliputi suasana naik dan turun.

    Hal itu sejalan penyempurnaan dan penataan lembaga negara, demokrasi Indonesia dibayangi destabilitas, seiring pendapatan per kapita nasional yang masih di bawah 4.000 dollar AS, angka empirik berdasarkan studi lintas negara yang merupakan batas stabilitas demokrasi.

    Demikian disampaikan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romi), di depan sidang Konsolidasi Keilmuan Pasca Sarjana yang digelar Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana, di  Gedung Pasca Sarjana, Universitas Gadjah Mada, Jumat (15/9).

    Romi menjelaskan, sembilan megatrend politik nasional itu adalah, pertama, menguatnya konservatisme, yang ditandai dengan terpilihnya Donald Trump, keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan aksi demo 212 yang berlanjut pada penghadap-hadapan pemerintah terhadap kepentingan umat Islam.

    Kedua, partisipasi politik semakin turun, yang ditandai terus menurunnya partisipasi pemilih dalam pemilu dari 92,7% (1999) menjadi 75,11% (2014).

    Ketiga, demokrasi prosedural yang semakin terkonsolidasi, ditandai makin berkurangnya jumlah parpol penghuni parlemen hasil pemilu dari 20 parpol (1999) menjadi 10 parpol (2014). Diferensiasi dan konsolidasi politik bisa terjadi masa mendatang.

    Menurutnya, bisa saja pengelompokannya semakin sosiologis, saya singkat 4M, Muslim yang terdiri atas PPP, PKB, PAN, PKS, PBB; Marhaen adalah PDIP; Modal yaitu PG, Nasdem, dan Hanura; serta Militer yang hari ini adalah PD, Gerindra, dan PKPI, jelas mantan Ketua Komisi Pertanian DPR ini.

    “Tapi bisa juga pengelompokannya semakin ideologis, katakanlah menjadi Muslim Tradisionalis yaitu PPP dan PKB, Muslim Modernis adalah PAN, PKS, dan PBB, Nasionalis kanan terdiri atas PG, Gerindra, Nasdem, PD, PKPI, serta Nasionalis kiri yang berisi PDIP,” katanya.

    Megatrend kelima adalah kecenderungan pertarungan politik yang semakin pragmatis alih-alih ideologis. Dimana, politik uang semakin menentukan kemenangan pertarungan politik.

    “Akibatnya, megatrend keenam adalah terjadinya korupsi politik yang semakin massif,” kata Romi.

    Megatrend ketujuh, lanjut Romi, adalah politik yang semakin berbasis citra diri dan propaganda, bukan gagasan atau kerja nyata.

    “Ke delapan, dengan semakin politik berbasis citra dan berbiaya tinggi sesuai tingkatannya, maka semakin banyak lahir pemimpin dadakan yang tidak meniti karir politik dari bawah, atau pemimpin yang meniti karir secara non partisan,” tegas anggota Komisi Keuangan DPR ini.

    “Akibat semuanya, itu maka megatrend kesembilan adalah, loyalitas politik semakin dominan kepada pribadi pemimpin, bukan kepada institusi partai. Yang terjadi adalah personalisasi dan sekaligus deinstitusionalisasi kepemimpinan. Lihat saja hasil exit poll Pemilu 2014, contrengan kepada caleg lebih tinggi dibanding contrengan partai,” tegasnya.

    TAGS : Pilpres 2019 Ketum PPP Romahurmuziy

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/21840/Sembilan-Proyeksi-Politik-Nasional-Ala-Ketum-PPP/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleUji Coba Nuklir Korut, China Ogah Disalahkan
    Next Article Fadli Zon Diminta Kirim Surat Aspirasi Penahanan Setnov
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.