Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sendunya Puisi Menag Mengenang Mbah Moen
    News

    Sendunya Puisi Menag Mengenang Mbah Moen

    September 14, 2019No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Sendunya Puisi Menag Mengenang Mbah Moen

    Almarhum Mbah Moen. (Foto : Jurnas/Fb Anas Syahrul Alimi).

    Jakarta, Jurnas.com – `Rasanya Baru Kemarin`, demikian judul puisi yang dibacakan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, untuk mengenang wafatnya KH Maimoen Zubair, yang tutup usia di Mekah, Arab Saudi, pada 6 Agustus 2019 lalu.

    Puisi tersebut dibacakan oleh Menag Lukman, saat memperingati 40 hari wafat Kiai Maimoen atau yang akrab dipanggil Mbah Moen, di Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah pada Sabtu (14/9) malam.



    Menteri Lukman merupakan salah satu orang yang ikut mengurus prosesi pengurusan dan pemakaman jenazah Mbah Moen di Mekah.

    Dia diketahui membawa jenazah almarhum dari Rumah Sakit An Nor ke Mighsalah (tempat pemandian) Al Muhajirin di Khalidiyah, memandikannya, lalu menyemayamkan di Daker Makkah sebelum disalatjenazahkan di Masjiidl Haram dan dimakamkan di Jannatul Ma`la.

    Baca juga.. :

    • Anas Syahrul Alimi : Hujan Deras di Makkah Iringi Kepergian Mbah Moen
    • Jokowi Masih Simpan Sorban Hijau dari Mbah Moen
    • Ini Wasiat Mbah Moen untuk PPP dan MUI sebelum Wafat

    Pengalaman ini meninggalkan kesan dan kerinduan mendalam bagi Menag. Hingga kesan dan kerinduan tersebut lalu dia tuangkan dalam sebuah puisi bertajuk `Rasanya Baru Kemarin`.

    RASANYA BARU KEMARIN..

    oleh: Lukman Hakim Saifuddin

    Rasanya baru kemarin,

    Kabar duka itu datang bertubi

    Memenuhi grup-grup WA dan japri

    Bertebaran banyak sekali

    Di media online dan media sosial pun tak terkecuali

     

    Rasanya baru kemarin,

    Setelah subuhan itu terasa begitu lemas

    Membaca kabar duka yg datang deras

    Kuterbenam dalam bayang-bayangnya yg melintas bebas

    Namun seketika datang dorongan untuk segera bergegas

     

    Rasanya baru kemarin,

    Pengemudi setiaku memacu mobilnya secepat dia bisa

    Mengarungi lajur dan jalur jalanan kota

    Berpacu dengan mentari pagi yang tak kunjung tampakkan sinarnya

    Menuju RS An-Nur di Mekkah di daerah Al-Hijra

     

    Rasanya baru kemarin,

    Tiba di sana langsung dikerubuti jemaah haji kita

    Kusibak kerumunan jemaah tuk mengenali yang bisa kutanya

    Lalu dibawanya aku ke pintu yang ketat dijaga

    Memasuki suatu ruang yang tak setiap orang bisa berada di dalamnya

     

    Rasanya baru kemarin,

    Dalam ruangan itu kusaksikan deretan laci-laci besi kekar

    Bertingkat berjenjang berbanjar berjajar

    Dan dalam deretan laci bagian tengah pada tingkatan dasar

    Terbujur di sana dengan tenang Kiai Bangsa ulama besar

     

    Rasanya baru kemarin,

    Kuberlutut menatap wajah teduhnya

    dengan mata basah dan bibir bergetar

    Kutatap wajahnya tersenyum berbinar

    Wajah yang begitu teduh pancarkan sinar

    Doa kupanjatkan disertai istighfar

     

    Rasanya baru kemarin,

    Berbagai kalangan menghubungiku memberi saran

    Beberapa kiai meminta jenazah dibawa ke Tanah Air untuk dimakamkan

    Keluarga dan kerabat berharap di Ma`la dikebumikan

    Kami lalu berbenah melaksanakan

     

    Rasanya baru kemarin,

    Gemuruh tahlil iringi jenazah dimasukkan ke ambulan

    Menuju Al-Khalidiyah jenazah akan dimandikan

    Ambulan berjalan perlahan di bawah mendung kesedihan awan

    Langit menangis meneteskan rintik hujan

     

    Rasanya baru kemarin,

    Seusai memandikan jasadnya dengan gejolak hati

    Sepenuh takdzim membaringkan di atas berlembar kain putih bersih untuk dikafani

    Lalu kukecup kening wajahnya nan berseri

    Duka nestapa terbasuh semerbak wangi

     

    Rasanya baru kemarin,

    Simbah kami semayamkan di Kantor Urusan Haji Daker Mekkah

    Lalu kami hantarkan ke Masjidil Haram bersama jemaah yang melimpah

    Tak terhitung tangan-tangan yang menengadah

    Memohon Simbah berpulang husnul khatimah

     

    Rasanya baru kemarin,

    Pemakaman Jannatul Ma`la disesaki kerumunan orang

    Sekerumunan menghadang

    Meminta mensalatkan sehingga iringan keranda terhalang

    Tak mudah setelahnya mencapai liang

    Penta`ziyah berlomba sentuh keranda di tengah tahlil yang terus berkumandang

     

    Rasanya baru kemarin,

    Simbah dimakamkan di tempat yang beliau citakan

    Tak ada bunga-bunga yang ditaburkan

    Tiada air wewangian yang disiramkan

    Namun bersusul-susulan doa yang dipanjatkan

     

    Rasanya baru kemarin,

    Simbah pergi meninggalkan kita semua

    Namun apakah Simbah benar-benar meninggalkan kita?

    Bukankah ajaran, wejangan, dan arahannya

    Kan tetap dan terus mengada bersama menjaga kita?

    TAGS : Mbah Moen Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/59311/Sendunya-Puisi-Menag-Mengenang-Mbah-Moen/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMendikbud: Siswa di Papua Sudah Kembali Bersekolah
    Next Article Kualitas Udara Buruk di Riau Picu ISPA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.