Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Serapan Lulusan di Tiga SMK Ini 93 Persen, Apa Rahasianya?
    News

    Serapan Lulusan di Tiga SMK Ini 93 Persen, Apa Rahasianya?

    July 27, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Serapan Lulusan di Tiga SMK Ini 93 Persen, Apa Rahasianya?

    Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbud Wikan Sakarinto (Foto: Muti/Jurnas.com)

    Jakarta, Jurnas.com – Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Wikan Sakarinto, mengapresiasi praktik link and match atau `pernikahan massal` yang dilakukan oleh tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Tengah.

    Ketiga SMK tersebut ialah SMK Negeri 2 Solo, SMK WARGA Solo, dan SMK 1 Muhammadiyah Sukoharjo, yang dikunjungi Wikan dalam rangka inspeksi mendadak (sidak) pekan lalu.

    Berkat `pernikahan massal` tersebut, kata Wikan, tingkat keterserapan lulusan di tiga SMK itu mencapai 93 persen. Apa rahasianya?

    “Dari kurikulum yang saya lihat dan cermati, ternyata di ketiga SMK tersebut mereka menyusun kurikulumnya benar-benar duduk bersama dengan industri secara intensif. Setiap tahun dilakukan revisi kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja,” ungkap Wikan dalam keterangannya pada Senin (28/7).

    “Oleh karena itu, tidak kaget kalau keterserapan lulusannya mencapai rata-rata 93 persen di ketiga SMK tersebut,” imbuh dia.

    Baca juga.. :

    • Siapkan Talenta Digital, Kemdikbud Gandeng Huawei
    • Pengamat: NU dan Muhammadiyah Sudah Tak Percaya Kemdikbud
    • Perdana Digelar Daring, KIHAJAR 2020 Usung Tiga Program

    Wikan mengakui, sidaknya ke sejumlah SMK dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi `penikahan massal` antara vokasi dengan industri dan dunia kerja (Iduka).

    “Jangan sampai kebijakan yang sudah diputuskan di pusat terkait link and match tidak dilaksanakan dengan tuntas di daerah,” sebut dia.

    Apalagi, lanjut Wikan, saat ini Kemdikbud melalui Ditjen Pendidikan Vokasi sedang meluncurkan puluhan program dengan total nilai anggaran sekitar Rp3,5 triliun untuk mendorong SMK, perguruan tinggi vokasi, dan lembaga kursus dan pelatihan makin menggenjot link and match dengan industri dan dunia kerja.

    “Saya mendorong link and match, atau penikahan massal antara SMK dengan Iduka. Program wajib pertama di dalam link and match adalah kurikulum yang disusun bersama dan disetujui oleh industri. Tidak hanya disusun bersama, tetapi harus sampai pada tahap disetujui oleh pihak industri dan calon pengguna lulusan,” tegas Wikan.

    Dalam sidaknya, Wikan mengatakan SMK Warga Solo berhasil membuat mesin Computer Numerical Control (CNC) yang diberi label HKI (Hasil Karya Indonesia).

    Mesin CNC 3 Axis dan 5 Axis, hasil karya proyek guru SMK bersama industri mitra, melibatkan langsung siswa-siswa SMK berbagai jurusan. Dalam waktu dekat, bekerja sama dengan industri King Manufaktur, SMK Warga akan memproduksi mesin CNC lebih massal.

    “Saya berharap SMK dan perguruan tinggi serta industri nasional bisa membeli dan memanfaatkan mesin CNC HKI ini, karena sudah resmi di aplikasi SIPLah, yaitu system aplikasi pengadaan sekolah. Apalagi, mesin CNC HKI ini sistem controller-nya dikembangkan mandiri oleh SMK Warga sendiri. Karya anak bangsa ini sungguh patut diapresiasi oleh bangsa sendiri dan dunia,” pinta Wikan.

    Dirjen Diksi juga mengapresiasi SMK 1 Muhammadiyah Sukoharjo yang berhasil memproduksi alat-alat kesehatan khususnya bed (tempat tidur) rumah sakit yang memenuhi standar.

    SMK 1 Muhammadiyah Sukoharjo mampu memproduksi 20-40 unit tempat tidur per bulan, yang dipesan langsung oleh sejumlah rumah sakit di Sukoharjo dan sekitarnya.

    Pembuatan alat-alat kesehatan tersebut melibatkan siswa SMK, dalam program Prakerin (praktik kerja industri), mulai dari merancang dan men-design, sampai dengan proses produksi massal serta berbagai pasca produksinya.

    TAGS : Pernikahan Massal Wikan Sakarinto Kemdikbud

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/76106/Serapan-Lulusan-di-Tiga-SMK-Ini-93-Persen-Apa-Rahasianya/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBareskrim Pastikan Buru Tersangka Baru Kasus Djoko Tjandra
    Next Article Agustus 2020, Sekitar 4,1 Juta ASN Bakal Terima Gaji ke-13
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.