Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sesuai Standar WHO dan Layak Digunakan
    News

    Sesuai Standar WHO dan Layak Digunakan

    April 14, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sesuai Standar WHO dan Layak Digunakan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Ketua Tim Advokasi Pelaksanaan Vaksinasi sekaligus Juru Bicara dari PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Iris Rengganis mengatakan, efikasi vaksin buatan Tiongkok, seperti Sinovac, masih di atas ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia, WHO.

    “Itu artinya masih layak digunakan. Karena WHO mengumumkan efikasi 50 persen minimal. Jadi apapun yang di atas 50 persen itu layak. Yang penting dia aman,” kata Iris kepada wartawan, (13/4).

    Sebab, lanjut Iris, uji coba maupun uji klinis vaksin Sinovac sudah dilakukan. Contohnya di Brasil sendiri kan 50,4 atau 50,3 persen menggunakan Sinovac.

    “Tetap dipakai. Karena kita butuh di masa pandemi, jadi kita tidak terlalu lihat merk lagi saat ini,” ujarnya.

    Karena itu yang terpenting, kata dia, vaksinnya tersedia dan aman. Soal efektivitas kan sambil berjalan. Kalau perlu nanti diulang, jadi enggak perlu diributkan.

    “Yang penting dari WHO bisa lolos efikasinya. Segala penelitian kita lihat efektivitas vaksin,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Iris juga menuturkan, efikasi vaksin tidak memiliki dampak ke kesehatan. “Yang penting enggak berdampak buruk pada kesehatan. Tidak meracuni kita lah, tetap aman,” ungkapnya.

    Baca Juga: Sudah Disetujui 30 Negara, Sinovac Produksi 2 Miliar Vaksin Covid-19

    Apalagi efikasi vaksin Covid-19 tidak bisa dibandingkan. Karena efikasi tiap negara kan berbeda. “Kita lihat saja sambil waktu berjalan nanti efektivitas vaksin yang akan kita lihat nantinya,” tuturnya.

    Sementara itu, terkait rencana mendatangkan vaksin Moderna dan Pfizer dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan di tanah air. Sebab, sekitar 70 persen masyarakat Indonesia ditargetkan menerima vaksinasi Covid-19.

    “Jadi, membutuhkan vaksin lebih banyak, kita menginginkan dari negara lain, untuk memenuhi kebutuhan, agar herd immunity tercapai,” pungkas Iris.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIndia Kembali Pecahkan Rekor Kasus COVID-19 Baru
    Next Article Data Terbaru, Seratusan Orang Meninggal Akibat Bencana Siklon Seroja
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya
    • Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports
    • X Down Hari Ini Jadi Sorotan, Pengguna Tak Bisa Login dan Refresh Timeline
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.