Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Setop Politik Diksi dan Simbolik
    News

    Setop Politik Diksi dan Simbolik

    November 5, 2017No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Setop Politik Diksi dan Simbolik 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Setop Politik Diksi dan Simbolik

    Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus

    Jakarta – Seluruh elite politik dan pejabat negara diminta untuk segera menghentikan politik diksi dan simbolik yang mengarah kepada perpecahan keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

    Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus (MRD) menyarankan agar elit politik menyudahi politik tersebut. Misalnya, ketika Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk menutup usaha bisnis Alexis yang kemudian mengundang kontroversi.

    Menurutnya, sangat tidak tepat jika Pemprov DKI Jakarta menyampaikan alasan penutusan Alexis “kami ingin uang (pajak) halal, kalau nggak halal nggak berkah.”

    “Dari aspek teologi Islam memang tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut. Tetapi apakah agama yang tumbuh dan berkembang di Indonesia hanya Islam saja?,” tanya Rifai, dalam rilisnya, Jakarta, Minggu (5/11).

    “Bila pernyataan itu dicermati lebih lanjut, bagaimana kita bisa memaknai, memahami atau menempatkan pernyataan itu, dalam aspek legal atau sesuai koridor hukum yang berlaku di Indonesia,” tegasnya.

    Menurutnya, dalam hukum positif di Indonesia belum ada yang menggunakan istilah halal atau berkah, utamanya dalam konteks bisnis yang berimplikasi pada pajak yang disetorkan ke negara.

    “Kalaupun ada label yang diberikan dari MUI kepada produk atau kegiatan bisnis tertentu, apakah akan mengurangi kewajiban entitas bisnis itu untuk membayar pajaknya kepada negara? Dan apakah umat agama yang lain merasa terancam atau terganggu dengan kehadiran label halal dari MUI? Kan tidak demikian?” tegasnya.

    “Mereka menyadari dan menghargai keberadaan umat muslim di Indonesia. Bukan karena jumlahnya, tetapi karena sikap dan toleransi umat muslim terhadap umat beragama lain di Indonesia serta kesadaran kesejarahan yang sama,” lanjutnya.

    Kata Rifai, sistem hukum Indonesia tidak menganut hukum Islam. Meski begitu, Islam di Indonesia ditempatkan sebagai “ruh” kebangsaan, penguat persaudaraan dan pembentuk persatuan sesama anak bangsa.

    “Alangkah baiknya, bila menggunakan istilah legal atau illegal, melanggar hukum atau patuh terhadap hukum. Jadi, jangan mengecilkan atau mendistorsi istilah-istilah simbolik ke-Islaman atau keagamaan yang memberi kesan diametral semisal halalm atau haram,” tegasnya.

    Menurutnya, peran seluruh pihak sejatinya adalah bagaimana merawat kemajemukan ini sebagai asset tak ternilai dan perlu diperkuat, bukan sebaliknya. Sebab, Indonesia memiliki luka sejarah cukup panjang terhadap perjuangan keberagaman dan persatuan di Indonesia.

    Mulai dari represi orde baru, sampai meluapnya isu politik (simbol) SARA dalam politik elektoral di Pilgub Jakarta 2017 yang lalu. Kita juga ketahui bersama, Indonesia ini negara besar, plural dan majemuk,” katanya.

    Sebagai penutup, DPP KNPI mengimbau kepada seluruh pihak untuk menghentikan dan menyudahi penggunaan politik simbolik di ruang publik yang berpotensi mengancam keutuhan dan persatuan sesama anak bangsa.

    TAGS : Pilpres 2019 KNPI Anies-Sandi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/24306/Setop-Politik-Diksi-dan-Simbolik/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBanjir di Penang, Malaysia Kerahkan Militer
    Next Article UU Ormas Ancam Demokrasi, PPP Usul Bentuk Panel
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.