Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Stop Libatkan Anak Sebagai Penyebar Hoaks
    News

    Stop Libatkan Anak Sebagai Penyebar Hoaks

    September 30, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Stop Libatkan Anak Sebagai Penyebar Hoaks

    Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Foto: KPAI)

    Jakarta – Dewasa ini pengguna internet di Indonesia tahun 2017, mencapai 143, 26 juta jiwa atau setara dg 54.68 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah tersebut bukan hanya usia dewasa namun termasuk usia anak. Pengguna dengan rentang usia 13 – 18 tahun yakni 75.50 persen. Jumlah tersebut tentu cukup besar.

    Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, seiring dengan dinamisme teknologi dan informasi, saat ini peredaran berita hoaks menjadi tantangan serius. “Fatalnya, pelaku bukan hanya orang tak berpendidikan tetapi juga berpendikan tinggi,” ujar Susanto.



    Beberapa kasus terjadi diantaranya; oknum guru SMA di Jabar, ditangkap karena sebarkan berita hoaks, (Maret 2018). Selanjutnya, W diamankan Polisi karena menyebarkan berita hoaks adanya ustaz di bogor, dibacok.

    Kasus lain, oknum guru di Banten juga diproses hukum karena menyebar hoaks soal PKI, bahkan juga ada oknum dosen di jogya ditangkap polisi diduga ikut menyebar berita hoax. (Feb 2018).

    Baca juga :

    • Tips Praktis Persiapkan Anak Semangat Sekolah
    • Pentingnya Komunitas untuk Para Ibu di Era Digital
    • Alasan Kenapa Tidak Boleh Bullying Anak yang Gemuk.

    Kasus tersebut merupakan bagian kecil dari catatan kelam dunia maya yang perlu mendapatkan atensi semua pihak. Tampaknya, pelaku penyebaran berita hoaks juga menyasar oknum berprofesi sebagai pendidik. Hal ini tentu sebuah ironi.

    “Di tengah percaturan politik negeri, hoaks juga rentan menjadi konsumsi publik. Anak rentan menjadi korban dari berita hoaks dan rentan menjadi sasaran dilibatkan untuk menyebar berita hoaks,” terangnya.

    Pelibatan anak dalam menyebarkan berita hoaks merupakan pelanggaran dan bentuk kejahatan. Negara harus hadir melindungi anak dari pelibatan kejahatan hoaks ini. Apapun bentuk hoax dan apapun motifnya tetap merupakan kejahatan.

    “Berkaca dari kasus oknum guru juga menjadi pelaku penyebaran berita hoaks tentu harus mendapatkan perhatian serius. Jika tidak, bagaimana nasib peserta didik? Tentu rentan terdampak. Apalagi guru merupakan urat nadi pendidikan,” lanjutnya.

    Mengingat rentannya anak sebagai korban sekaligus dilibatkan sebagai penyebar berita hoax di tahun politik, Susanto mengimbau orangtua harus kokoh melindungi anak, politisi harus menebarkan pendidikan politik yang berkarakter bagi publik agar anak tidak terdampak, guru juga harus memiliki literasi yang kuat agar mampu memastikan peserta didik aman, masyarakat juga tak boleh abai dari peredaran berita hoaks. Cek sumber dan kebenaran berita, merupakan langkah aman. 

    TAGS : Hoaks Anak KPAI Berita

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/41534/Stop-Libatkan-Anak-Sebagai-Penyebar-Hoaks/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleLima Warga Asing Masih Pencarian Dampak Tragedi Sulteng
    Next Article Ketua DPR Minta Pemerintah Tingkatkan Skala Operasi Bantuan di Sulteng
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • TradingView Makin Populer di Kalangan Trader: Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya
    • 6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.