Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Subvarian Baru Omicron Sebabkan Kenaikan Kasus, Namun 3 Indikator Ini Rendah
    News

    Subvarian Baru Omicron Sebabkan Kenaikan Kasus, Namun 3 Indikator Ini Rendah

    June 13, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Subvarian Baru Omicron Sebabkan Kenaikan Kasus, Namun 3 Indikator Ini Rendah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Subvarian Baru Omicron Sebabkan Kenaikan Kasus, Namun 3 Indikator Ini Rendah 2
    Dokter memegang botol vaksin untuk varian Baru Covid-19 Omicron. (BP/Antara)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 berdasarkan pengamatan di sejumlah negara menyebabkan kenaikan kasus. Namun, dari hasil pengamatan di Afrika, tempat pertama subvarian ini ditemukan, tiga indikator penanganan pandemi relatif rendah. Demikian diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Senin (13/6).

    Dalam keterangan pers secara virtual dipantau di kanal YouTube Sekretariat Presiden, ia mengungkapkan tiga indikator yang dimaksud, salah satunya puncak dari penularan kedua subvarian ini sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron. Indikator kedua, hospitalisasi dari subvarian ini juga sepertiga dari hospitalisasi Delta dan Omicron. Sedangkan indikator ketiga, kasus kematiannya sepersepuluh dari di Delta dan Omicron.

    “Dilihat dari puncak kenaikan kasus maupun hospitalisasinya, dan kematiannya, jauh lebih rendah dibandingkan Omicron yang awal,” ujar Menkes.

    Ia mengakui pihak Kemenkes mencatat hingga Senin memang terjadi kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Bali. Namun, menurut Budi, tren penularan COVID-19 masih terkendali.

    Ini, berdasarkan indikator penularan COVID-19 di Indonesia masih di bawah dan belum melebihi standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). “WHO kasih standar ya. Untuk kasus konfirmasi level 1 itu adalah maksimal 20 kasus per minggu per 100 ribu penduduk, kondisi Indonesia masih di (level) satu, jadi meskipun ada kenaikan kondisinya masih di level satu,” ujar Budi.

    Untuk tingkat transmisi dari productivity rate, Indonesia berada di level 1,36 persen atau jauh di bawah standar WHO yang sebesar 5 persen. “Sedangkan untuk reproduction rate atau reproduksi efektif itu juga dikasih standardnya di atas 1, yang relatif perlu dimonitor, kita masih di angka 1. Sehingga dari tiga indikator transmisi, kondisi Indonesia masih baik,” jelasnya.

    Ia juga memaparkan telah terdeteksi delapan kasus COVID-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia hingga Senin. “Sudah ada 8 kasus di Indonesia, 3 di antaranya imported case. Kedatangan luar negeri dari Mauritus, Amerika Serikat, dan Brasil yang datang pada saat acara Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali,” paparnya.

    Sedangkan lima kasus lainnya adalah transmisi lokal. Empat kasus transmisi lokal tersebut terdeteksi di Jakarta, dan satu kasus lainnya terdeteksi di Bali, yang merupakan tenaga medis yang datang dari Jakarta. “Jadi memang transmisi lokal ini sudah terjadi di Jakarta,” ujar Budi.

    Menkes juga menambahkan dari delapan orang yang tertular BA.4 dan BA.5, hanya satu orang yang bergejala sedang dan belum mendapat suntikan vaksin dosis ketiga atau booster. Sedangkan, tujuh orang terinfeksi lainnya sudah mendapat booster dan mengalami infeksi dengan gejala ringan dan tanpa gejala. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article11 Hari Tayang, Film Ngeri Ngeri Sedap Tembus 1 Juta Penonton
    Next Article BNPB: Kurangi Mobilitas Dua Pekan Ke Depan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.