Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sudah Seratusan Kasus Subvarian Omicron Terdeteksi, Usia Produktif Terbanyak
    News

    Sudah Seratusan Kasus Subvarian Omicron Terdeteksi, Usia Produktif Terbanyak

    June 24, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sudah Seratusan Kasus Subvarian Omicron Terdeteksi, Usia Produktif Terbanyak 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Sudah Seratusan Kasus Subvarian Omicron Terdeteksi, Usia Produktif Terbanyak 2
    Dokter memegang botol vaksin untuk varian Omicron. (BP/Dokumen)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengatakan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia sudah mencapai seratusan orang dalam sepekan terakhir. Ia menyebutkan jumlahnya mencapai 143 pasien.

    Disebutkannya, jumlah ini meningkat dari laporan terakhir Kemenkes RI per 14 Juni 2022 sebanyak 20 kasus. “Kasus BA.4 berjumlah 21 kasus dan BA.5 berjumlah 122 kasus,” jelasnya, Jumat (24/6) dikutip dari Kantor Berita Antara.

    Rincian domisili pasien terbanyak di Jakarta, yakni 98 kasus, Jawa Barat 29 kasus, Banten 13 kasus, dan Bali tiga kasus.

    Syahril mengatakan subvarian omicron itu menyerang 34 pasien yang telah menerima suntikan dosis penguat atau booster. Sementara itu, sembilan lainnya penerima dosis lengkap. Selain itu ada tiga pasien penerima dosis pertama dan satu pasien penerima dosis keempat.

    “Lima lainnya dialami pasien anak yang belum menerima suntikan vaksin COVID-19 dan 90 pasien lainnya belum ada pembaruan data,” katanya.

    Jika berdasarkan jenis kelamin, kata Syahril, 73 pasien laki-laki dan 70 lainnya perempuan. Syahril yang juga Dirut RSPI Sulianti Saroso itu mengatakan 38 pasien dilaporkan bergejala, sembilan lainnya tanpa gejala dan 96 sisanya belum ada pembaruan data.

    “Dari klasifikasi usia, yang terbanyak dialami usia produktif 30-39 tahun, yakni mencapai 34 pasien, 29 pasien lainnya usia 20-29 tahun, sementara lansia 20 orang pasien,” katanya.

    Gejala yang paling dominan dialami pasien subvarian Omicron BA.5 adalah batuk 30 persen, demam 25 persen, pilek 19 persen, nyeri tenggorokan 14 persen, sisanya adalah mual, sesak dan anosmia.

    Sedangkan gejala pada pasien BA.4 didominasi batuk 38 persen, demam 29 persen, nyeri tenggorokan 24 persen, pilek dan flu 9 persen. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePuluhan Provinsi Alami Peningkatan Kasus COVID-19
    Next Article Post Content
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?
    • Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya
    • TradingView Makin Populer di Kalangan Trader: Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.