Andalannews.com – Operasi Ketupat Lodaya 2025 yang digelar selama periode mudik dan balik Lebaran tahun ini mencatatkan hasil positif dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Barat.
Berkat kerja keras dan sinergi antara Polri, Dinas Perhubungan, dan berbagai pihak terkait, angka kecelakaan selama operasi tersebut berhasil diturunkan secara signifikan.
Polda Jawa Barat mencatat, selama Operasi Ketupat Lodaya 2025, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa upaya-upaya yang dilakukan, seperti penempatan personel di titik-titik rawan, pengaturan lalu lintas yang efektif, dan sosialisasi keselamatan berkendara, telah membuahkan hasil.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Diharapkan, pencapaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam berkendara.
Sehingga, angka kecelakaan lalu lintas dapat terus ditekan di masa yang akan datang. Operasi Ketupat Lodaya 2025 yang berlangsung dari 23 Maret hingga 6 April 2025 menunjukkan hasil signifikan.
Polda Jawa Barat mencatat peningkatan volume kendaraan, namun diiringi penurunan drastis angka kecelakaan lalu lintas baik saat arus mudik maupun arus balik Lebaran 2025.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Jules Abraham Abast memaparkan hasil analisis dan evaluasi (Anev) selama 15 hari operasi.
Tercatat 1.547.948 kendaraan melintas dari Jakarta melalui Gerbang Tol Cikatama 1, meningkat 3% dibanding 2024 dan 121% dari kondisi normal.
Kemudian, arus balik Lebaran 2025 menuju Jakarta mencapai 1.166.639 kendaraan, meningkat 5% dibanding tahun sebelumnya.
Menariknya, 76% kendaraan arus balik berasal dari Jawa Tengah, sisanya dari Bandung dan wilayah lain. Rekayasa lalu lintas berupa contraflow (6 kali) dan one way (247 kali) diterapkan di berbagai segmen jalan tol dan arteri, terutama di titik-titik krusial KM 47 hingga KM 414.
Keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2025 ditandai dengan penurunan angka kecelakaan hingga 45% (dari 397 menjadi 220 kejadian), korban meninggal dunia turun 69% (dari 193 menjadi 59 orang), dan kerugian material berkurang hingga Rp784 juta (dari Rp1,2 miliar menjadi Rp441 juta).
Meskipun demikian, jalur arteri, khususnya di Arteri Tengah dan Pantura, masih menjadi penyumbang terbesar kecelakaan. Polda Jabar juga mengamankan titik-titik wisata untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan pasca Lebaran.
“Dengan semangat mewujudkan Polri yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, Operasi Ketupat Lodaya 2025 menunjukkan efektivitas tinggi dalam pengendalian arus mudik dan balik Lebaran di Jawa Barat,” kata Abraham dalam keterangan resminya.
Sebagaimana diketahui, Operasi Ketupat Lodaya merupakan operasi tahunan yang digelar oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Pada tahun 2025, operasi ini kembali dilaksanakan untuk memastikan kelancaran dan keamanan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran.
Operasi Ketupat Lodaya 2025 melibatkan ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait lainnya.
Personel-personel tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis di sepanjang jalur mudik dan balik, seperti jalan tol, jalan arteri, terminal, stasiun, dan tempat-tempat wisata.
Dalam operasi ini, Polda Jabar akan menerapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan potensi gangguan keamanan. Beberapa strategi yang akan diterapkan antara lain pengaturan lalu lintas seperti melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan, seperti gerbang tol, persimpangan jalan, dan pasar tumpah.
Lalu, patroli. Para petugas di lapangan melakukan patroli di sepanjang jalur mudik dan balik untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas.
Selanjutnya, penempatan pos pengamanan. Dengan mendirikan pos-pos pengamanan di titik-titik strategis petugasĀ memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat.
Penggunaan teknologi. Petugas juga memanfaatkan teknologi seperti CCTV dan drone untuk memantau situasi lalu lintas dan keamanan.
Berikutnya sosialisasi. Di lapangan petugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas dan tips mudik aman.
Selain itu, Polda Jabar juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya untuk memastikan ketersediaan fasilitas umum yang memadai bagi para pemudik, seperti rest area, tempat ibadah, dan posko kesehatan.
Dengan persiapan yang matang dan kerja sama dari berbagai pihak, Operasi Ketupat Lodaya 2025 diklaim berjalan lancar dan sukses dalam menciptakan mudik dan balik Lebaran yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh masyarakat.




