Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Swasembada Beras, Rizal Ramli: Setelah Pak Harto, Cuma Pidato Aja
    News

    Swasembada Beras, Rizal Ramli: Setelah Pak Harto, Cuma Pidato Aja

    September 11, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Swasembada Beras, Rizal Ramli: Setelah Pak Harto, Cuma Pidato Aja

    Rizal Ramli

    Jakarta, Jurnas.com – Ekonom senior Rizal Ramli, menyebut satu-satunya presiden sejak Indonesia merdeka yang berhasil menyejahterakan petani adalah Soeharto.

    Petani Indonesia, pada era kepemimpinan Presiden Soeharto, menurut Rizal mampu memberikan bantuan pangan kepada penduduk dunia yang mengalami kelaparan.



    “Kalau kita ngomong kesejahteraan, petani dan pertanian sangat penting. Mohon maaf, sampai detik ini, presiden yang benar-benar senang dengan pertanian baru Pak Harto. Setelah itu nyaris tidak ada, cuma pidatonya aja,” kata Rizal Ramli di Jakarta, Rabu (11/9).

    Pada 1984 silam, Indonesia memang pernah mengalami swasembada pangan. Mengutip buku otobiografi `Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya`, Soeharto mengungkapkan bahwa petani Indonesia memberikan bantuan secara gotong-royong dan sukarela sebesar 100.000 ton gabah untuk petani miskin dunia.

    Baca juga.. :

    • Tutut Soeharto Hibah Tanah 2,6 Hektar untuk RS Kodam Jaya
    • Keluarga Serahkan Arsip Soeharto ke ANRI
    • Indonesia Surplus Beras Tahun 1984 Meski Ada Impor 414 Ribu Ton

    Dalam buku itu, pula, Soeharto mengatakan, para petani Indonesia memintanya menyerahkan gabah itu ke Food and Agricultural Organization (FAO). Lalu, diteruskan ke keluarga miskin di berbagai kawasan, khususnya di benua Afrika.

    “Ini merupakan kejadian untuk pertama kalinya, dunia menyaksikan bantuan antar-petani,” ujar Soeharto kala itu dalam sambutan ulang tahun ke-40 FAO di Roma pada 14 November 1985.

    Melihat prestasi itu, Soeharto tak mampu menyembunyikan kegembiraannya melihat kerja merasa para petani mendukung program swasembada pangan miliknya. Soeharto menyatakan, sebelum berswasembada, Indonesia adalah pengimpor beras yang jumlahnya cukup besar yakni sekitar 2 juta ton per tahun.

    “Itu bukanlah keajaiban. Itu merupakan kerja keras seluruh bangsa kita, yang dilaksanakan secara ulet menurut suatu rencana pembangunan yang realistik tanpa kehilangan cita-cita masa depan,” tutur dia.

    Rizal Ramli yang juga mantan Kepala Bulog era mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menyebut adanya perbedaan antara zaman dulu dan sekarang dalam hal pertanian.

    Pada kepemimpinan mantan Presiden RI Soeharto, Indonesia berjaya dalam produksi beras. Bahkan bisa mengekspor beras ke Vietnam yang saat itu tengah kesulitan beras. Indonesia juga membantu negara Afrika yang sedang dilanda kesulitan pangan.

    Ketahanan pangan zaman Soeharto bisa diulangi saat ini, asalkan Presiden Joko Widodo menjaga stabilitas harga dengan meminta Bulog berperan aktif melalui stok yang ada, dan membatalkan impor beras.

    Disisi lain, Menteri Pertanian juga didorong membuat perencanaan lahan sawah baru di tiga kawasan yang memiliki karakteristik serupa. Yaitu Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Papua.

    “Kawasan itu mirip dengan delta Sungai Mekong di Vietnam yang sangat subur,” ungkapnya.

    Dengan lahan sawah baru sekitar 1-2 juta hektar, ia optimistis Indonesia tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri, namun juga bisa melakukan ekspor ke negara lain.

    TAGS : Swasembada Beras Rizal Ramli Soeharto

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/59120/Swasembada-Beras-Rizal-Ramli-Setelah-Pak-Harto-Cuma-Pidato-Aja/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSelamat Jalan Eyang Habibie
    Next Article Iran Tidak akan Negosiasi dengan AS, Jika Trump…
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.