Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Syamsuddin Sebut Kebijakan Penanganan Covid-19 Bias dan Tidak Tegas
    News

    Syamsuddin Sebut Kebijakan Penanganan Covid-19 Bias dan Tidak Tegas

    June 13, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Syamsuddin Sebut Kebijakan Penanganan Covid-19 Bias dan Tidak Tegas

    Syamsuddin Radjab jadi Pembicara Simposium Internasional Asia Tenggara (Istimewa)

    Jakarta, Jurnas.com – Pakar Hukum Tata Negara Universitas Alauddin Makasar Syamsuddin Radjab jadi pembicara simposiom internasional Asia Tenggara bertajuk “Problematics of Muslims in the Covid-19 Pandemic”, Sabtu (12/6/2020).

    Syamsuddin dipanel dengan Prof. DR Sukree Langputeh dari Universitas Fatoni, Thailand, Prof Dr Gamal Nasir Zakaria dari Universitas Brunei Darussalam, dan Dr. Suyatno Ladiqi dari Universitas Sultan Zainal Abidin, Malaysia.

    Sementara tang menjadi keynote speaker pada kesempatan itu adalah Prof Dr Yusril Ihza Mahendera. Simpsiom ini dipandu oleh PKP Kemenkumham Sulsel Fachrurozy Akmal.

    Dalam kesempatan itu, Syamsuddin berbicara soal penanganan pendemi Covid-19 yang ditempuh pemerintah Indonesia dalam perspektif hukum dan dampak yang dirasakan umat Islam.

    “Umat Islam yang paling terdampak dari pandemik Covid-19,” ujar Syamsuddin.

    Baca juga.. :

    • Mentan Panen dan Percepat Tanam Padi di Cilacap
    • Karantina Pertanian Padang Layangkan NNC Kesepuluh Negara Ini
    • Iran Tekan Korsel untuk Keluarkan Dana yang Diblokir

    Menurut Syamsuddin, pandemi virus mematikan manusia ini juga berdampak pada tatanan ekonomi, sehingga menjadi penyebab banyak orang kehilangan pekerjaan karena terkena PHK. Tak sampai di situ, pendemi ini juga menyebabkan penundaan Pilkada Serentak di 270 dearah.

    Dampak lainnya, kata Syamsuddin, juga dapat dilihat dari sisi hukum tentang adanya permakluman, pengabaian, pengecualian dan praktik peradilan. Begitu juga dengan pembatasan kegiatan sosial atau interaksi satu sama lain, penutupan tempat ibadah, lembaga pendidikan, pelarangan mudik.

    Kemudian masalah lainnya karena Covid-19, lanjut Syamsuddin, bisa dilihat dari adanya penolakan sebagian masyarakat atas janazah korban Covid-19, penolakan terhadap tenaga kesehatan yang kembali ke rumah atau ke kosannya, penolakan terhadap pengaturan larangan shalat di Masjid selama Covid-19 oleh kelompok tertentu di masyarakat, penolakan masyarakat dalam pelaksanaan PSBB.

    Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan seperti pakai masker, selalu cuci tangan dan menjaga jarak antara yang lainnya, penolakan test Covid-19 dalam situasi Covid-19 baik karena kekuatiran terjangkit maupun keengganan untuk isolasi diri, dan pengambilan paksa mayat di rumah sakit di beberapa daerah karena “ketidakpercayaan” masyarakat bahwa jenazah tersebut terjangkit Covid-19.

    Mantan Ketua Umum PBHI ini mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 bias. Misalnya, Syamsudin mencotohkan soal pelarangan mudik dan/atau pulang kampung saat Idul Fitri sehingga menimbulkan mis-persepsi masyarakat terutama Umat Islam yang ingin melaksanakan Ibadah Idul Fitri di Kampung halamannya.

    Begitu juga dengan ketidak-tegasan Pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan pelaksanaan PSBB sehingga masyarakat/umat Islam berusaha dengan cara apapun termasuk upaya pemalsuan dokumen demi dan untuk kembali ke kampung atau urusan lainnya.

    “Pemberian bantuan sosial pemerintah yang tidak tepat sasaran dan ketidaktepatan data penerima baik yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial, Kementerian Desa serta Pemerintah Daerah dan Kebijakan kenormalan baru (New Normal) yang saat ini berlangsung tanpa menimbang syarat yang ditentukan oleh WHO sehingga angka kurva terinfeksi dan kematian semakin tinggi beberapa hari terakhir,” kata Direktur Eksekutif Jenggala Center ini.

    Syamsuddin berharap, ada hikmah dibalik pandemi Covid-19 ini. Disebutkan, peristiwa Covid-19 menjadi tanda kekuasaan Allah SWT atas segala kehendak-Nya karena faktanya manusia tidak memiliki kekuataan apapun dalam menghadapi suatu keadaan dan hanya kepasrahan kepada Allah SWT. Tapi selain itu, kata dia, Allah memberikan akal pikiran guna menjadi alat solusi dari suatu keadaan yang sulit tersebut.

    “Dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi manusia dapat mengatasi wabah/bencana dengan ditemukannya vaksin untuk mengobati penyakit yang sedang melanda suatu wilayah. Semakin menguatkan rasa keimanan kepada Allah SWT dan memaksimalisasi kekuatan pikiran manusia sebagai modal dasar dalam kehidupan yang diberikan kepada segala umat manusia,” katanya.

    TAGS : Covid-19 Syamsuddin Radjab PSBB

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/73706/Syamsuddin-Sebut-Kebijakan-Penanganan-Covid-19-Bias-dan-Tidak-Tegas/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDicurigai Ada Upaya Bangkitkan PKI, MUI Tolak RUU HIP
    Next Article Terus Buru Pengikut Gulen, Erdogan Dinilai Sedang Terancam
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung
    • Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi
    • Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.