Tak Mudah Menjaga Kepuasan Publik

Tak Mudah Menjaga Kepuasan Publik

JawaPos.com – Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Dr. Emrus Sihombing mengapresiasi tingkat kepuasan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengalami peningkatan pada Bulan Desember 2022. Pasalnya, tidak mudah untuk menjaga kepuasan masyarakat tetap meningkat di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.

“Saya pikir kita harus jujur di tengah kita bermasalah dunia ini khususnya perekonomian pemerintahan Jokowi kan bisa menghandlenya ekonomi tetap tumbuh positif diangka 5 persen, kita lihat sekalipun kita menghadapi covid-19 dan berbagai permasalahan yang muncul termasuk di dalamnya adalah lesunya ekonomi kita bisa survive,” ujar Emrus, Kamis (5/1).

Dalam survei Indikator Politik Indonesia disebutkan alasan kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi adalah memberi bantuan kepada rakyat kecil sebesar 41,2 persen, membangun infrastruktur jalan 24,4 persen dan lainnya di bawah 20 persen.

Emrus juga mengatakan, kedua alasan itu cukup masuk akal, apalagi di era Presiden Jokowi terkenal dengan masifnya pembangunan infrastruktur. Dari kepuasan tersebut Emrus mengartikan infrastruktur disambut baik oleh masyarakat.

“Saya kira saya bisa menerima hasil survei tersebut baru kemudian peran infrastruktur. Dan kita harus akui masa pemerintahan Jokowi heavy-nya lebih pembangunan infrastruktur, kita lihat pembangunan Tol Sumatera saja sudah hampir tersambung, Jawa tinggal sedikit lagi, Kalimantan juga sudah ada,” ujar Emrus.

“Saya sudah cek ke beberapa daerah sudah banyak jalan yang dibangun di sana walaupun belum tol tapi sekelas tol bagus sekali hotmix-nya dan pondasinya, lalu bandara, waduk dan lain-lain itu sangat wajar ketika masyarakat memberikan kepuasan terhadap Jokowi,” sambungnya.

Disebutkan dalam survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada periode 1-6 Desember 2022 dengan total 1.220 responden, terpotret tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi mencapai 71,3 mengalami peningkatan 5,1 persen dari survei bulan November 2022 yang berada pada angka 66,2 persen.

Responden diambil dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional, sudah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah, dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling.

Wawancara responden dilakukan secara tatap muka langsung. Margin of error survei ini sekitar +/- 2,92 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.


Credit: Source link

Related Articles