Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Masih di Atas 6.000, Menkes Tekankan Upaya Preventif Dibanding Kuratif
    News

    Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Masih di Atas 6.000, Menkes Tekankan Upaya Preventif Dibanding Kuratif

    May 8, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Masih di Atas 6.000, Menkes Tekankan Upaya Preventif Dibanding Kuratif 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Masih di Atas 6.000, Menkes Tekankan Upaya Preventif Dibanding Kuratif 2
    Tangkapan layar Budi Gunadi Sadikin dalam Webinar Pekan Imunisasi Dunia yang disiarkan kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Sabtu (8/5). (BP/iah)
    Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Masih di Atas 6.000, Menkes Tekankan Upaya Preventif Dibanding Kuratif 3

    DENPASAR, BALIPOST.com – Jumlah kasus COVID-19 baru pada Sabtu (8/5), mengalami penurunan dari hari sebelumnya. Namun, jumlahnya masih di atas 6.000 orang.

    Pasien sembuh bertambah lebih sedikit dari jumlah kasus baru. Tambahan pasien sembuh ada di bawah 5.500 orang.

    Korban jiwa juga masih bertambah. Jumlah yang dilaporkan lebih sedikit dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Ada di atas 150 orang.

    Data dari Satgas Penanganan COVID-19 Nasional, terjadi penambahan 6.130 orang. Kumulatifnya menjadi 1.709.762 orang.

    Hari ini juga terdapat pasien yang sembuh sebanyak 5.494 orang. Total pasien sembuh menjadi 1.563.917 orang (91,5 persen).

    Sementara itu untuk pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal jumlahnya mencapai 179 orang. Sehingga kumulatifnya menjadi 46.842 orang (2,7 persen).

    Jumlah pasien COVID-19 yang masih dirawat mencapai 99.003 orang (5,8 persen). Selain itu, masih terdapat 86.552 suspek.

    Sebaran COVID-19 telah menjangkit 34 provinsi di Tanah Air. Mencakup 510 kabupaten dan kota.

    Penanganan COVID-19 di Indonesia terus diupayakan dengan melakukan tindakan pencegahan, salah satunya vaksinasi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai vaksinasi bisa menekan biaya kesehatan yang bisa saja meledak karena harus mendapatkan perawatan dan pengobatan intensif akibat gejala yang ditimbulkan dari suatu virus.

    “Saya sangat mendukung program vaksinasi sebagai salah satu program utama di sektor promotif dan preventif, di luar program lainnya seperti skrining atau gerakan masyarakat menjaga hidup sehat,” ujar Menkes dalam webinar Pekan Imunisasi Dunia yang disiarkan kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Sabtu (8/5).

    Menurutnya, biaya kesehatan di dunia terus tumbuh lebih besar daripada pertumbuhan ekonominya. Hal itu terjadi karena banyak biaya kesehatan yang dialokasikan untuk sektor kuratif (pengobatan).

    Sementara data-data yang ada di Kemenkes, lebih dari 80 persen anggaran dialokasikan ke sektor kuratif dan BPJS Kesehatan termasuk di dalamnya.

    Ia mencontohkan dalam perawatan pasien COVID-19, masyarakat yang dirawat dan diberikan obat-obatan bisa menghabiskan biaya jutaan bahkan ratusan juta untuk yang bergejala berat. Sedangkan jika dari awal dilakukan langkah promotif dan preventif, biaya yang dikeluarkan tidak akan sebesar itu.

    Gerakan masyarakat lain yang masuk kategori promotif dan preventif seperti kebiasaan hidup sehat, dinilai akan mampu menekan biaya kesehatan di sektor kuratif. “Untuk preventif kita alokasikan untuk membeli vitamin C, vitamin B, masker, atau alat olahraga. Saya rasa tidak sampai satu juta sebulan kita habiskan untuk alokasi biaya kalau kita fokusnya ke preventif dalam menghadapi COVID-19,” kata dia.

    Maka dari itu sebagai langkah preventif, Menkes mendukung vaksinasi sebagai salah satu program utamanya. Vaksinasi COVID-19 akan meringankan gejala yang ditimbulkan jika terpapar virus tersebut sehingga angka perawatan intensif bisa ditekan. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleLebaran Makin Dekat, Volume Pengiriman Barang Melonjak
    Next Article Layanan Kargo jadi Tumpuan Selama Periode Larangan Mudik
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta (Instagram)

    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta Saat Pramono Naik Haji

    May 22, 2026
    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak (Ilustrasi/AI)

    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

    May 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.