Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Tidak Becus Urus Pendidikan, Akademisi Minta Jokowi Copot Nadiem
    News

    Tidak Becus Urus Pendidikan, Akademisi Minta Jokowi Copot Nadiem

    July 8, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Tidak Becus Urus Pendidikan, Akademisi Minta Jokowi Copot Nadiem

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim (Foto: Muti/Jurnas.com)

    Jakarta, Jurnas.com – Presiden RI Joko Widodo diminta mencopot Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Pasalnya, Nadiem dianggap tidak kompeten mengurusi pendidikan.

    “Kalau kementerian ingin berubah, kepalanya harus dihilangkan diganti dengan kepala baru,” kata akademisi Universitas Tadulako (Untad) Nadjamuddin Ramly dalam webinar `Arah Pendidikan Kita: Mas Menteri Mau ke Mana?` pada Selasa (7/7) malam.

    “Sebab kalau kita ingin perubahan dari seseorang yang tidak mengerti apa tupoksinya, saya kira sampai kucing bertanduk tidak akan berubah sistem pendidikan kita,” tegas dia.

    Menurut Nadjamuddin, Nadiem yang berlatar belakang pengusaha tidak mampu beradaptasi dengan birokrasi. Sementara untuk mengurus birokrasi yang ruang lingkupnya lebih besar, memiliki kecakapan khusus.

    “Beda mindset pengusaha yang tidak punya kendala birokrasi, yang sekali perintah sampai ke bawah komandonya A, A sampai ke bawah. Birokrasi memerlukan seni untuk mengelola,” ujar Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

    Baca juga.. :

    • Nadiem Dianggap Terlalu Eksklusif Tangani Pendidikan
    • Kemendagri Selesaikan Kekisruhan PPDB DKI Jakarta
    • Nadiem Makarim Disebut Tidak Serius Urusi Pendidikan

    Nadiem, lanjut Nadjamuddin, juga tidak mengenal lembaga-lembaga yang berada dalam ruang lingkup Kemdikbud, serta geografi dan demografi pendidikan di Tanah Air mulai dari Sabang sampai Merauke.

    Nadjamuddin menyontohkan, Nadiem sempat kaget ketika mengetahui bahwa ada daerah yang masih belum memiliki akses internet. Padahal fakta itu banyak dijumpai di sejumlah daerah.

    “Menurut ingatan saya, baru sekali Mendikbud ini ke luar daerah, setelah itu tidak ada lagi. Sehingga tidak ada input dari bawah. Kalau eselon 1 saja sudah bingung, apalagi eselon lainnya,” kata dia.

    Hal senada juga disampaikan oleh pengamat pendidikan Doni Koesoema. Dia memandang Nadiem terlalu eksklusif dalam menangani pendidikan di Indonesia.

    Menurut Doni, dalam mengurus dan mendesain sistem pendidikan nasional Nadiem seharusnya bekerja sama dengan para pemangku kebijakan di daerah, akademisi, serta lembaga yang relevan. Namun nyatanya, mantan CEO Gojek itu cuma melibatkan tim-tim khusus.

    “Impact (dampak)-nya itu akan besar ketika pemangku kepentingan dilibatkan. Tapi ketika Mas Nadiem hanya melibatkan tim-tim khusus saja, jadinya itu tadi, ramai di sana-sini. Orkestrasi ini perlu diperbaiki,” ujar Doni.

    Salah satu bukti eksklusivitas Nadiem, lanjut Doni, ialah ketika sang menteri mengeluarkan Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019 sebagai Episode Pertama Kebijakan Merdeka Belajar.

    Doni mengklaim Mendikbud mengeluarkan regulasi penghapusan ujian nasional (UN) tersebut tanpa berdiskusi dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Padahal BSNP merupakan lembaga yang selama ini menyelenggearakan UN.

    “Kami di BSNP yang bertanggung jawab untuk melaksanakan UN, tidak pernah diminta untuk melihat sama sekali draftnya, sehingga ada beberapa yang keliru di Permendikbud 43 itu,” tegas Doni.

    “Jadi maksud saya, jangan sampai hal-hal penting bagi bangsa untuk pendidikan, diurus orang orang tertentu tanpa melihat ada lembaga lain yang harus dilibatkan. Kita itu mitra, bukan bermusuhan dengan kementerian,” tandas dia.

    TAGS : Mendikbud Nadiem Anwar Makarim Nadjamuddin Ramli

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/75088/Tidak-Becus-Urus-Pendidikan-Akademisi-Minta-Jokowi-Copot-Nadiem/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKemiskinan Buat Percobaan Bunuh Diri Meningkat di Gaza
    Next Article Dedy Seknas: Putusan MA Hasil Uji Materiil Rachmawati Pertegas Kemenangan Jokowi-Amin
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.