Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Tindakan Represif Polisi Terhadap Sejumlah Jurnalis Tuai Kecaman
    News

    Tindakan Represif Polisi Terhadap Sejumlah Jurnalis Tuai Kecaman

    October 9, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tindakan Represif Polisi Terhadap Sejumlah Jurnalis Tuai Kecaman 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Sejumlah wartawan yang melakukan peliputan demonstrasi penolakan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja di Jakarta, pada Kamis (8/10) kemarin turut mendapat tindakan represif hingga diamankan oleh aparat kepolisian. Sedikitnya, lima orang jurnalis dari berbagai media massa ditangkap saat melakukan peliputan dalam unjuk rasa tersebut.

    Direktur Eksekutif LBH Pers, Ade Wahyudin mengecam tindakan represif terhadap sejumlah jurnalis yamg mendapatkan kekerasan hingga penangkapan saat melakukan peliputan demonstrasi penolakan Omnibus Law di Jakarta.

    “Di Jakarta saja kami mencatat sedikitnya lima jurnalis yang mendapatkan kekerasan. Belum ditmbah pers mahasiswa,” kata Ade kepada JawaPos.com, Jumat (9/10).

    Ade menyampaikan, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan di kantor-kantor kepolisian untuk memberikan bantuan hukum kepada jurnalis maupun massa aksi yang ditangkap.

    “Saat ini LBH Pers bersama tim advokasi lainya sedang standby dibeberpa kantor polisi untuk memberikan bantuan hukum kepasa jurnalis maupun masa aksi yang ditangkap,” ucap Ade.

    Berdasarkan catatan JawaPos.com, jurnalis merahputih.com Ponco Sulaksono turut diamankan di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Padahal saat melakukan peliputan, Ponco memakai kartu pers dan mengenakan jaket bertuliskan pers.

    Selain itu, seorang jurnalis CNNIndonesia.com bernama Thohirin juga mendapat tindakan represif dari aparat kepolisian di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Padahal, Thohirin juga mengenakan tanda pengenalnya sebagai wartawan, namun tak diindahkan. Justru alat kerjanya berupa telepon genggam dibanting oleh aparat kepolisian.

    Hal serupa juga terjadi pada jurnalis Suara.com bernama Peter Rotti di kawasan MH Thmarin, Jakarta Pusat. Peter melakukan perekeman terhadap polisi yang menganiaya peserta aksi dari kalangan mahasiswa. Namun justru, polisi ingin merampas kameranya tersebut, Peter pun menolak, lantas mendapat tindakan represif oleh polisi.

    Ade menyayangkan tindakan represif yang dilakukan polisi terhadap para jurnalis yang melakukan peliputan. Padahal, kinerja jurnalis dijamin haknya dalam Undang-Undang Pers.

    “Kami menyayangkan sikap aparat yang tidak profesional menjaga masyarakat saat menyampaikan aspirasinya atau pada jurnalis yang sedang menjalankan UU Pers demi kepentingan publik yang lebih luas,” cetus Ade.

    Oleh karena itu, Ade mengharapkan tindakan represif aparat kepolisian kepada jurnalis harus didokumentasikan secara lebih jelas. Hal ini agar peristiwa tersebut bisa dipertanggung jawabkan.

    “Saat ini yang pastinya setiap peristiwa kekerasan harus benar-benar didokumentasikan betul, bukti dan lain-lain. Sehingga pasca ini, kita segera menuntut pertanggungjawaban melalui proses hukum,” tegas Ade.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan pihaknya turut mengamankan sejumlah jurnalis dalam aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law pada Kamis (8/10) kemarin. Sejumlah massa dikumpulkan di Polda Metro Jaya dan sejumlah Polres. “Mungkin itu entah di Polda dan di Polres,” ujar Yusri.

    Yusri mengaku, hingga saat ini polisi masih mendalami dan melakukan pendataan terhadap sejumlah massa yang ditangkap. “Mungkin mereka demo-demo juga, kita pendalaman, kita mendata,” katanya. (*)

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Dinarsa Kurniawan

    Reporter : Muhammad Ridwan


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleModel Investasi Apa Yang Dikejar?
    Next Article RI Pasar Besar Internet dan Medsos, Harus Jadi Pemain – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.