Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Tingkatkan 3 T, Pemerintah Turunkan Harga Rapid Test Antigen
    News

    Tingkatkan 3 T, Pemerintah Turunkan Harga Rapid Test Antigen

    September 1, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tingkatkan 3 T, Pemerintah Turunkan Harga Rapid Test Antigen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Tingkatkan 3 T, Pemerintah Turunkan Harga Rapid Test Antigen 2
    Petugas melakukan tes rapid antigen untuk mencegah penyebaran COVID-19. (BP/eka)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Peningkatan 3 T (tracing, testing, dan treatment) dalam memutus penyebaran COVID-19 terus dilakukan. Untuk mencapai target dalam penelusuran dan testing, pemerintah melakukan penurunan harga eceran tertinggi rapid test antigen.

    Menurut Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D. Sp.THT-KL(K) M.A.R.S. penyesuaian harga rapid diagnostic test (RDT) antigen dilakukan karena telah setahun harga yang ditetapkan tidak berubah. Selain itu, dalam keterangan pers virtual yang disiarkan kanal YouTube Kemenkes RI, Rabu (1/9) malam, ia menyebutkan sudah banyak produk RDT Antigen yang diproduksi dalam negeri.

    Terlebih, saat ini pemerintah menggencarkan upaya tracing dan testing sebagai upaya memutus penyebaran COVID-19. Untuk harga baru, ia mengatakan harga eceran tertinggi (HET) di Jawa dan Bali serta di luar itu berbeda. Ditetapkan HET 99 ribu rupiah untuk Jawa dan Bali dan 109 ribu rupiah untuk luar Jawa dan Bali. “Kami memohon agar semua fasilitas pelayanan kesehatan, baik itu rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas pelayanan kesehatan pemeriksa lainnya kiranya dapat memenuhi batasan harga eceran tertinggi rapid tes antigen tersebut,” katanya, dipantau dari Denpasar.

    Ia pun meminta agar semua pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dapat melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pemberlakuan HET baru ini. Disebutkan, pemerintah akan kembali melakukan evaluasi terhadap HET ini secara berkala sesuai kebutuhan dan perkembangan pasar.

    Ia mengatakan sudah banyak produk tes antigen yang diproduksi dalam negeri. Sehingga ini menjadi dasar untuk melakukan penyesuaian harga.

    Sementara itu, Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Faisal, menjelaskan harga rapid test antigen diturunkan karena menyesuaikan dengan harga pasar dan sejumlah harga yang berada di e-catalogue. Harga ini juga sudah berdasarkan hasil audit BPKB.

    “Adanya penurunan harga pasar terhadap bahan yang digunakan dalam pemeriksaan, dan terkait bahan rapid test antigen,” sebutnya.

    Lebih lanjut, Faisal menyebut penurunan harga rapid test antigen juga menyesuaikan dengan bahan habis pakai alat pelindung diri (APD). Selain itu, ia mengatakan sudah banyak produk rapid test antigen yang bisa diproduksi secara lokal. “Kita patut bersyukur sekarang ini sudah banyak antigen yang berhasil diproduksi di dalam negeri oleh anak bangsa kita. Ini kemudian berkontribusi membuat harga antigen di pasar jadi bersaing,” sebut Faisal.

    Dalam keterangan persnya saat mengumumkan evaluasi PPKM, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah menangani pandemi dengan tiga pilar. Yaitu peningkatan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M, akselerasi vaksinasi dalam skala besar, dan peningkatan upaya 3T.

    Kepala Negara pun mengingatkan bahwa perbaikan situasi COVID-19 saat ini tetap harus disikapi dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan. Pembukaan kembali aktivitas masyarakat tetap harus dilakukan tahap demi tahap seiring dengan peningkatan protokol kesehatan, pemeriksaan, pelacakan, dan cakupan vaksinasi yang lebih luas. “Oleh karena itu, kita harus bersama-sama menjaga agar kasus COVID-19 tidak naik lagi. Kuncinya sederhana, ayo kita ikut vaksin, ayo disiplin terapkan protokol kesehatan,” ajaknya saat itu. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleData di eHAC Tak Bocor, Ini Penjelasan Kemenkes
    Next Article “E-commerce” khusus bagi pecinta motor diluncurkan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.