Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Toyota investasikan Rp2,5 triliun untuk Yaris Cross di Karawang
    Automotive

    Toyota investasikan Rp2,5 triliun untuk Yaris Cross di Karawang

    August 7, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Toyota investasikan Rp2,5 triliun untuk Yaris Cross di Karawang 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Karawang (ANTARA) – Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah menginvestasikan sekitar Rp2,5 triliun untuk menyiapkan lini produksi model baru Toyota Yaris Cross yang dibuat di pabrik Toyota Plant 1 Karawang, Jawa Barat.
     
    “Untuk new model atau model change itu sekitar Rp2,5 trliun, dan kami ada line baterai baru, tidak semua line fit untuk unit tersebut. Itu yang kami selalu lakukan. Tidak hanya untuk line produksi, investasi itu juga kami tempatkan di sisi supplier (pemasok),” kata Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto di Karawang, Senin.

    Nandi menjelaskan bahwa total kapasitas produksi di Plant 1 dan 2 Karawang–yang juga memproduksi Innova, Fortuner, Vios, dan Sienta–adalah 257.000 per tahun. Sekarang kapasitas produksi terpakai baru 70-80 persen.

    Oleh karena itu, masih ada ruang untuk menuju kapasitas penuh, meskipun untuk Yaris saat ini kapasitas produksinya di Plant 1 sudah mencapai sekitar 90 persen.

    Baca juga: Menperin lepas ekspor perdana mobil hybrid Toyota

    Jadi, menurut Nandi, untuk jangka pendek sampai dengan 2025, TMMIN belum akan menaikkan kapasitas produksi, yang ada memaksimalkan kapasitas produksi tersisa dan ini lebih condong ke efisiensi saja.

    “Sementara untuk jangka panjang, rencana peningkatan kapasitas produksi pasti ada,” katanya di sela media tour produksi Yaris Cross di Plant 1 dan 2 TMMIN di Karawang.

    Nandi melanjutkan bahwa investasi untuk elektrifikasi di Karawang itu merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dalam membangun ekosistem itu, TMMIN selalu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

    Dengan Pertamina, misalnya, kita menerima para tenaga dari Pertamina untuk belajar mengenai kendaraan listrik. “Kerja sama ini selalu kita mulai dari people development ya, kalau people development sudah siap baru ke masalah produksi,” katanya.

    Mengenai ekspor kendaraan listrik, Nandi mengatakan, peluang besarnya justru di hybrid, kalau BEV di Eropa dan Amerika misalnya itu produksi sendiri. Jadi, peluangnya besar di kawasan lain, misal Timur Tengah, dan Asia seperti Filipina.

    Lokalisasi

    Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam mengatakan bahwa Toyota sudah hadir di Indonesia sejak lama dan selalu terus turut membangun ekosistem otomotif di sini.

    Mengenai lokalisasi untuk komponen dan produksi kendaraan listrik, kata Bob, untuk memang sudah menjadi bagian rencana TMMIN ke depan karena kita ketahui bahwa masalah terbesar elektrifikasi adanya di supply chain (pasokan bahan baku dan komponen) yang sekarang hanya dikuasi beberapa negara.

    “Jadi kalau kita nggak lokalisasi nanti supply chain nggak secure. Kita harus lokalisassi. Tapi, untuk lokalisasi itu ada economic scale-nya, misalnya untuk kapasitas 100.000 unit kita ada komponen yang kita lokalisasi,” katanya.

    Toyota selalu menjalin kerja sama untuk pengembangan baterai ini, di Jepang ada dengan Panasonic, dan lain-lain. “Tapi bagaimana kita bisa meng-create market. Ini penting, dan market kita untuk kendaraan listrik ini sudah 6 persen,” jelas Bob.

    “Kenapa kenaikan market kami cukup tajam, antara lain karena kita meluncurkan Innova Zenix dan Yaris Cross yang menggunakan mesin hybrid, selain juga ada model lain yang BEV,” jelas Bob.

    Untuk di Indonesia, kata Bob, populasi kendaraan listrik masih didominasi hybrid, dengan komposisi 60 persen, sedangkan 40 persennya adalah BEV (Battery Electric Vehicle).

    Baca juga: PIDI 4.0 akselerasi digitalisasi di sektor industri otomotif

    Baca juga: Toyota Indonesia ekspor 139.581 ribu kendaraan Januari-Juni 2023

    Baca juga: Presiden Direktur Toyota Warih Andang digantikan Nandi Julyanto

    Pewarta: Suryanto
    Editor: Maria Rosari Dwi Putri
    Copyright © ANTARA 2023

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHadapi El Nino, Stok Beras Diklaim Kondisi Aman
    Next Article 31 Barang Bukti Disita dari Pondok Pesantren Al Zaytun
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.