Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Tradisi Mudik Lebaran Telah Ada Sejak Negara Seumuran Jagung
    News

    Tradisi Mudik Lebaran Telah Ada Sejak Negara Seumuran Jagung

    April 26, 2022No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tradisi Mudik Lebaran Telah Ada Sejak Negara Seumuran Jagung 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Tradisi Mudik Lebaran Telah Ada Sejak Negara Seumuran Jagung 2
    Sejumlah calon penumpang berjalan menuju K.M. Tilongkabila di Pelabuhan Gorontalo, Senin (25/4/2022). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Beberapa pakar sejarah menduga tradisi mudik Lebaran sudah dimulai sejak negara ini masih seumuran jagung. Tradisi mudik Lebaran menjadi pemandangan tahunan di Indonesia. Ketika kota-kota besar di Indonesia terbebas dari pengaruh otoritas kolonial maka persepsi terhadap jaminan rasa aman semakin besar.

    Dari situlah geliat pembangunan kota besar secara independen dimulai. Kota besar kemudian dianggap sebagai tempat yang menjanjikan bagi aktivitas untuk mengais rejeki.

    Akan tetapi pandangan umum semacam ini sebenarnya tidak berdiri sendiri, melainkan sebagai kelanjutan dari desain kota kolonial yang memang menyediakan lahan bagi pertumbuhan industri dan sektor jasa.

    Orang-orang di pedesaan yang memerlukan sektor mata pencaharian yang lebih beragam kemudian memutuskan untuk bergerak menuju perkotaan.

    Sementara itu jumlah kota besar di Indonesia selama dua dekade terhitung sejak kemerdekaan masih bisa dihitung jari. Itupun cukup dengan satu jari tangan saja. Artinya, terdapat penumpukan penduduk di ruang kota yang sebenarnya sangat terbatas.

    Dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (26/4), Adolf Heuken dalam buku “Merebut Ruang Kota” karya Purnawan Basundoro menyebutkan bahwa Jakarta yang semula bernama Batavia tidak dimaksudkan untuk menampung jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa.

    Persisnya para perancang Batavia mengangankan jumlah penduduk sekitar 900 ribu jiwa saja. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya kota ini malah mendapat tekanan jumlah penduduk yang amat kuat.

    Pada pertengahan tahun 1950-an Jakarta memiliki jumlah populasi hampir dua juta jiwa. Selang tiga dekade kemudian jumlahnya meningkat tajam menjadi 6,5 juta jiwa. Dan berdasarkan sensus tahun 2020 populasi di Jakarta sebanyak 10,56 juta jiwa.

    Meskipun dikatakan terjadi tren penurunan pertumbuhan penduduk di Jakarta, tetapi tetap saja penumpukan jumlah populasi sebesar itu tidak sebanding dengan ruang yang terbatas.

    Menjadi ruwet
    Penumpukan penduduk di kota besar di Indonesia sebenarnya terjadi karena adanya penggumpalan kekayaan di satu atau dua titik wilayah saja. Sehingga ketika semua orang lebih banyak menetap di satu atau dua titik wilayah (kota besar) membuat tradisi mudik Lebaran yang sebenarnya peristiwa sederhana menjadi ruwet.

    Terlebih menurut data yang dirilis oleh Balitbang Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa akan ada sekitar 85,5 juta penduduk Indonesia yang mudik di tahun 2022.

    Dari angka tersebut diperkirakan 58 persen lebih berasal dari Pulau Jawa. Sementara sisanya berasal dari semua pulau di Indonesia. Jumlah pemudik sebanyak itu tentu memerlukan pengaturan sarana transportasi massal dan manajemen lalu lintas yang presisi.

    Saya membayangkan jika negara mampu untuk menata masyarakatnya agar bisa oke di wilayahnya masing-masing mungkin tradisi mudik Lebaran tidak akan terlalu dikaitkan dengan problem kepadatan lalu lintas, transportasi, dan permasalahan lainnya.

    Tetapi mudik sebagai budaya besar tetap harus berlangsung dengan baik sebesar apapun tantangan yang dihadapi. Jangan sampai kompleksitas persoalan yang rutin hadir ketika mudik membuat kita mendukung anggapan bahwa pulang kampung bisa dilakukan kapan saja.

    Pulang kampung dan mudik Lebaran secara makna memang punya kesamaan. Yakni sama-sama pulang menuju kampung halaman. Tetapi dari aspek rasa dan derajat nilai jelas berbeda.

    Ketika dalam bulan-bulan biasa seseorang tidak pulang kampung tentu tidak akan jadi masalah. Tetapi pada momentum Idul Fitri, apakah ada manusia Indonesia yang rela mendengarkan gema takbir di kota atau di wilayah yang jauh dari kampung halamannya?

    Jawabannya jelas tidak ada. Ini karena masyarakat Indonesia adalah manusia-manusia yang mencintai dan menjunjung keakraban sosial.

    Dimensi yang luas
    Mungkin bagi sebagian besar penduduk di belahan bumi lain seperti Eropa, Timur Tengah dan Amerika, “pulang kampung” bisa dilakukan kapan saja karena tujuannya cukup dengan berkunjung ke tempat orang tuanya.

    Tetapi bagi orang Indonesia yang memiliki keakraban sosial cakupan dimensinya bisa lebih luas lagi. Tidak cukup hanya bercengkerama dengan ayah ibu atau dengan keluarga besar, tetapi juga dengan tetangga serta dengan sahabat-sahabat ketika kecil.

    Itu semua adalah bentuk keakraban sosial yang mengakar dan hanya dapat dijumpai secara eksklusif dalam peristiwa Lebaran di Indonesia.

    Di lain sisi guyub tahunan ketika Lebaran jangan diartikan bahwa manusia Indonesia tidak ingin dekat dengan keluarga dan kampung halamannya setiap saat.

    Kalau dituruti, mungkin banyak di antara orang Jawa Timur atau orang dari luar Jawa yang bekerja di Jakarta untuk pulang setiap bulan atau bahkan setiap minggu.

    Tetapi karena itu sulit untuk dilakukan, akhirnya mereka rela menjauh menanggalkan dahaga rindu selama kurang lebih setahun lamanya. Dan ketika tiba saatnya momen yang ditunggu itu datang, mereka siap dan rela untuk tertatih-tatih di jalur perlintasan mudik Lebaran demi menjumpai lingkungan yang mengakui secara tulus eksistensi personalnya.

    Karena banyak di antara mereka yang mudik apakah ia seorang buruh pabrik, pekerja kantoran, kuli serabutan, pedagang, satuan pengamanan (satpam), dan lain sebagainya mungkin merasa kehilangan keaslian dirinya dalam hari-hari biasa di tempatnya bekerja.

    Mereka baru bisa merasakan keberadaannya diakui secara murni hanya ketika berjumpa dengan orang tua dan keluarganya ketika Lebaran.

    Dengan mudik mereka seolah kembali menemukan keasliannya, kediriannya. Ini pula yang pernah dikatakan budayawan Muhammad Ainun Nadjib bahwa mudik sebenarnya mengajarkan manusia untuk menyelami kembali siapa dirinya dan dari mana ia berasal.

    Mudik juga mengajarkan kesejatian sehingga membuat ayam kembali menemukan keayamannya, setelah di burung-burungkan bahkan di musang-musangkan oleh proses sosial dan hedonisme kebudayaan.

    Mudik bisa memiliki kandungan makna yang jauh lebih luas dari sekadar urusan perjalanan fisik dan urusan perputaran ekonomi. Karena mudik memiliki lipatan-lipatan yang menembus dimensi psikologi, perasaan, dan rohani sehingga memungkinkan manusia untuk pulang, tidak hanya menuju kampung halamannya, melainkan bergerak lebih dalam menuju perenungan kasih sayang ibunya, dan kasih sayang penciptanya. (Kmb/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAHM buka Bale Santai Honda dan AHASS Siaga-Jaga
    Next Article Orang Tertua di Dunia Tutup Usia
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.