Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Walhi Minta Polisi Selidiki Sindikat Perusak Taman Leuser
    News

    Walhi Minta Polisi Selidiki Sindikat Perusak Taman Leuser

    September 21, 2017No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Walhi Minta Polisi Selidiki Sindikat Perusak Taman Leuser 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Walhi Minta Polisi Selidiki Sindikat Perusak Taman Leuser

    Kepolisian saat menangkap gelondongan kayu yang diduga berasal dari kawasan hutan Taman Leuser, Sumatera Utara

    Medan – Nasib satwa langka yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Sumatera Utara, terancam punah. Penyebabnya, maraknya aksi pembalakan liar dan warga sekitar kawasan terus melakukan perburuan.

    Dengan kondisi itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara minta kepada Polda Sumut agar menyelidiki sindikat pembalakan liar yang terus beroperasi di Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat.

    “Aktivitas cukong kayu yang merusak hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) harus secepatnya dihentikan, karena dikhawatirkan akan mengganggu satwa yang dilindungi di lokasi tersebut,” kata Direktur Esekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Dana Tarigan, di Medan, Kamis.

    Ia menyebutkan satwa langka yang berada di kawasan TNGL Sumatera Utara (Sumut), yakni gajah, harimau, badak, dan orangutan. “Polda Sumut harus tetap melindungi kawasan TNGL dari pembalakan liar dan perburuan satwa yang dilindungi oleh pemerintah,” ujar Dana.

    Ia menjelaskan tiga pelaku pembalakan liar berinisial SR, S, dan M yang berhasil ditangkap tim patroli gabungan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) dan Forest Wildlife Protection Unit (ForWPU) YOSL-OIC merupakan warga yang disuruh cukong kayu.

    “Namun hingga saat ini siapa bos besar yang menyuruh dan membiayai dalam pembalakan liar di TNGL tersebut, tidak pernah diketahui atau tertangkap petugas BBTNL,” ujar Tarigan.

    Pencurian dan penebangan kayu di daerah TNGL tersebut, harus dicegah oleh pemerintah karena dapat membahayakan terjadi bahaya banjir, sebab di lokasi TNGL itu juga terdapat sungai yang cukup besar.

    “Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk melestarikan hutan TNGL, dan menghentikan melakukan penebangan kayu, karena merugikan negara,” kata Pemerhati Lingkungan itu.

    TAGS : Pebalakan Hutan Walhi Sumatera Utara

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/22106/Walhi-Minta-Polisi-Selidiki-Sindikat-Perusak-Taman-Leuser/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleEmir Qatar Mengutuk Blokade Saudi
    Next Article Tak Ada Negoisasi Lagi untuk Kesepakatan Nuklir Iran
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Tokopedia PHK karyawan menjadi sorotan (Ilustrasi/AI)

    Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?

    July 2, 2026
    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    June 30, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Apakah Prompt AI Bisa di Hak Cipta? Ini yang Perlu Diketahui Kreator
    • Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita
    • 7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.