Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Wamenag Dorong Guru RI di Saudi Jadi Agen Moderasi
    News

    Wamenag Dorong Guru RI di Saudi Jadi Agen Moderasi

    December 28, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Wamenag Dorong Guru RI di Saudi Jadi Agen Moderasi

    Zainut Tauhid bersama Duta Besar Indonesia untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel

    Jakarta, Jurnas.com – Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid mendorong guru-guru sekolah Indonesia di Arab Saudi, menjadi agen moderasi beragama yang dapat memberikan pemahaman agama yang baik kepada para peserta didik.

    Orang-orang Indonesia di Arab Saudi mempercayakan anak-anaknya untuk bersekolah di sekolah Indonesia yang dinilai lebih memberikan sentuhan pendidikan, budaya, dan bahasa, ketimbang sekolah-sekolah milik Saudi.

    Wamenag memaparkan gagasan Islam Moderat (Islam Wasathiyah) dan ancaman pemikiran gerakan radikalisme, dalam beragama bagi keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Banyak faktor seseorang atau kelompok masyarakat menjadi radikal. Agama tidak memonopoli menjadi penyebab utama seseorang menjadi radikal.

    Radikalisme juga bisa bersumber dari masalah ekonomi, politik, dan kesenjangan sosial. Radikalisme sendiri bisa bermakna positif dan negatif tergantung pada konteks ruang dan waktu sebagai latar belakang penggunaan istilah tersebut.

    Baca juga.. :

    • MUI: Belum Ada Fatwa Mengucapkan Selamat Natal
    • Kasus Penyobekan Alquran, MUI: Pelaku Punya Niat Jahat
    • Pendis: 380 Ribu Guru Kemenag Belum Tersertifikasi

    Di antara pandangan radikal, kata Zainut, salah satunya pemahaman yg menganggap paham keagamaanya yang paling benar dan memandang paham dan praktik beragama orang lain salah dan sesat.

    Sikap mudah mengafirkan orang Islam dan berlebihan dalam beragama termasuk kedalam sikap radikal tersebut.

    “Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, menolak konsep final Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika adalah bentuk sikap radikal,” kata Zainut pada Sabtu (28/12).

    Keempat pilar kebangsaan ini, tegas Wamenag, adalah kesepakatan yg dihasilkan oleh para tokoh pendiri bangsa pada saat awal pembentukan negara bangsa Indonesia yang tidak boleh dingkari dan harus menjadi fondasi hidup bersama.

    “Karenanya, meskipun paham khilafah diakui oleh kalangan ulama sebagai ajaran Islam dan pernah ada dalam sejarah peradaban umat Islam, namun konsep tersebut tidak dapat diberlakukan di Indonesia,” lanjut dia.

    Hal itu dikarenakan bangsa Indonesia telah memiliki sebuah kesepakatan menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdasarkan Pancasila.

    Dalam praktiknya, lanjut dia, negara Pancasila menjamin semua agama untuk hidup dan menjamin warga negaranya untuk menjalankan ajaran agama sesuai dengan keyakinannya.

    Namun khilafah bukanlah satu-satunya konsep politik atau bentuk negara atau pemerintahan dalam Islam.

    “Yang wajib adalah mendirikan negara, sedangkan bentuk negara atau pemerintahan dan mekanismenya merupakan wilayah ijtihad yang boleh jadi setiap negara berbeda dan hal itu tidak bertentangan dengan syariat Islam,” terang Wakil Ketua MUI ini.

    Zainut menambahkan, Indonesia sendiri sudah memiliki konsep sebagai sebuah negara kesatuan yang berbentuk republik, maka secara otomatis konsep khilafah tertolak dengan sendirinya.

    “Bukan ditolak, tetapi tertolak karena bangsa Indonesia telah memiliki kesepakatan tentang bentuk negara dan dasarnya, Pancasila,” tegas Zainut.

    TAGS : Zainut Tauhid Wamenag Agen Moderasi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/64761/Wamenag-Dorong-Guru-RI-di-Saudi-Jadi-Agen-Moderasi/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePBB Terbitkan Pelanggaran HAM Myanmar terhadap Rohingya
    Next Article PDIP: Kepemimpinan Risma Terjun Langsung Atasi Kebakaran
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.