Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Waspada Pelecehan Terselubung dalam Pacaran
    News

    Waspada Pelecehan Terselubung dalam Pacaran

    June 13, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Waspada Pelecehan Terselubung dalam Pacaran 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pelecehan atau kekerasan seksual tidak hanya terjadi oleh orang yang sama sekali tak dikenal korban. Risiko tersebut juga rawan terjadi pada sepasang kekasih yang memiliki hubungan khusus atau biasa disebut pacaran.

    Komisioner Komnas Perempuan Alimatul Qibtiyah menyatakan, pacaran termasuk relasi yang berisiko. Hubungan tersebut kerap dimanfaatkan oknum untuk kepentingan aktivitas seks. Dan, jika itu terjadi, biasanya yang cenderung dirugikan adalah perempuan. ”Dijanjikan mau kawin, dijanjikan mau dinikahi (saat merayu, Red),” ujarnya. Faktanya, tidak sedikit yang justru ditinggalkan.

    Dari hasil pengamatannya, hubungan orang yang berpacaran cenderung melahirkan relasi yang tidak seimbang. Biasanya, laki-laki lebih dominan dalam memaksakan kehendaknya. Dalam kultur masyarakat patriarki, laki-laki kerap merasa lebih berwenang. ”Ketika terjadi relasi kuasa yang timpang, (perempuan, Red) tidak berani mengatakan tidak,” ungkapnya.

    Belum lagi, permintaan tersebut kerap diikuti dengan ancaman, rayuan secara terus-menerus, perilaku yang tidak nyaman, bahkan mengungkit-ungkit pemberian materi. ”Apalagi, kalau itu terjadi di hubungan yang sudah toxic. Susah untuk menghindari relasi yang tidak sehat,” kata jebolan Universitas Western Sydney tersebut.

    Lantas, apakah aktivitas seksual dalam pacaran bisa dijerat hukuman? Alim menyebutkan, secara normatif, bisa. Namun, seperti kasus lainnya, pemidanaannya tidak mudah. Selain ada problem dalam regulasi, ada faktor lain.

    Pada umumnya, korban memilih untuk diam. Itu disebabkan faktor psikososial dan pengetahuan yang lemah. Mereka jarang melaporkan kasus pelecehan yang dialaminya karena rendahnya pengetahuan tentang perilaku yang dikategorikan sebagai pelecehan seksual.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article4 Zodiak Ini Mudah Bosan dan Cepat Hilang Feeling saat Jalin Asmara
    Next Article Pelaut Disasar Vaksinasi COVID-19 | BALIPOST.com
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.