Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»WHO: Varian Baru Tak Ubah Tingkat Keparahan COVID-19
    International

    WHO: Varian Baru Tak Ubah Tingkat Keparahan COVID-19

    September 28, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    WHO: Varian Baru Tak Ubah Tingkat Keparahan COVID-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    WHO: Varian Baru Tak Ubah Tingkat Keparahan COVID-19 2
    Ilustrasi – Dokter memegang botol ampul kaca yang mengandung sel molekul virus corona. (BP/Ant)

    JENEWA, BALIPOST.com – Varian-varian baru yang muncul tidak mengubah tingkat keparahan penyakit COVID-19. “Kami belum mendeteksi adanya perubahan soal keparahan,” kata pemimpin teknis WHO, Maria Van Kerkhove, di Jenewa, sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Antara, Kamis (28/9).

    Jawabannya itu mengacu pada berbagai varian, seperti BA.2.86 (Pirola), XBB.1.15, EG.5 (Eris), dan XBB.1.16. “Kabar baiknya adalah bahwa langkah-langkah penanggulangan kita berfungsi,” ujarnya.

    Kerkhove menyebutkan bahwa vaksin-vaksin COVID-19 yang saat ini ada masih “aman dan efektif” untuk mencegah penyakit-penyakit dan kematian akibat virus yang parah.

    Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang juga berbicara pada acara jumpa pers tersebut, menyoroti perkembangan yang mengkhawatirkan terkait COVID-19 saat musim dingin sedang menghampiri bumi bagian utara.

    Tedros mengatakan bahwa baik jumlah pasien rumah-rumah sakit maupun unit gawat darurat sudah meningkat dalam 28 hari belakangan ini, terutama di kawasan Amerika dan Eropa.

    Sementara itu, katanya mengingatkan, tingkat vaksinasi di kalangan kelompok-kelompok yang paling rentan masih “teramat rendah.”

    Ia menambahkan bahwa dua pertiga penduduk dunia sudah mendapatkan dosis utama vaksin secara komplet namun hanya sepertiganya yang sudah disuntik dosis tambahan alias booster. “COVID-19 mungkin sudah tidak lagi merupakan krisis akut seperti dua tahun lalu, tapi itu tidak berarti kita boleh menjadi abai,” kata Tedros.

    Ia mengingatkan bahwa negara-negara sudah berinvestasi secara besar-besaran membangun sistem penanganan COVID-19. “Kami mendesak negara-negara untuk mempertahankan sistem tersebut, untuk memastikan bahwa masyarakat bisa dilindungi, menjalani tes, serta mendapat perawatan untuk COVID dan penyakit-penyakit menular lainnya,” katanya. (Kmb/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePresiden Jokowi Setujui Pemberian Bantuan Korban Gagal Ginjal
    Next Article Anggaran Rp 1 Triliun, Pemkab Diminta Serius Rencanakan Revitalisasi Pasar Kota Tabanan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Israel bom Lebanon kembali menjadi perhatian dunia setelah serangan terbaru (Ilustrasi/AI)

    Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?

    July 9, 2026
    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal (Ilustrasi/AI)

    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal

    June 17, 2026
    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.