Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Wujudkan Ekonomi Hijau untuk Mengerahkan Ekonomi Sirkular – KRJOGJA
    Ekonomi

    Wujudkan Ekonomi Hijau untuk Mengerahkan Ekonomi Sirkular – KRJOGJA

    July 28, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Wujudkan Ekonomi Hijau untuk Mengerahkan Ekonomi Sirkular – KRJOGJA 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JAKARTA, KRJOGJA.com – Sistem ekonomi yang eksploitatif dan merusak lingkungan yang berdampak pada perubahan iklim, efek rumah kaca serta pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan, sudah tak lagi relevan.

    Beberapa negara kini mengubah haluannya ke ekonomi hijau atau green economy yang dinilai menjadi solusi dari sistem ekonomi reguler-konvensional yang selama ini dinilai cenderung merusak lingkungan.

    Mengutip halaman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, ekonomi hijau diartikan sebagai suatu gagasan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.

    Dengan demikian, konsep ekonomi hijau ini dapat juga diartikan perekonomian yang rendah atau tidak menghasilkan emisi karbondioksida terhadap lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial.

    Perbedaan ekonomi hijau dibanding gagasan ekonomi lainnya adalah penilaian langsung kepada modal alami dan jasa ekologis sebagai nilai ekonomi dan akuntansi biaya di mana biaya yang diwujudkan ke masyarakat dapat ditelusuri kembali dan dihitung sebagai kewajiban, kesatuan yang tidak membahayakan atau mengabaikan aset.

    Pemerintah Indonesia telah menetapkan rencana ekonomi hijau sebagai salah satu strategi utama transformasi ekonomi dalam jangka menengah panjang. Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19, serta mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

    Salah satu bentuk ekonomi hijau yang akan dikerjakan adalah implementasi kebijakan harga karbon dalam bentuk carbon cap and trade, serta skema pajak karbon pada tahun 2023 mendatang.

    Salah satu unsur dari ekonomi hijau merupakan efisiensi sumber daya yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan yang lebih baik sambil mengurangi penggunaan sumber daya dan emisi.

    Efisiensi sumber daya tersebut adalah berkaitan dengan penggunaan sumber daya dan manfaat yang diperoleh darinya, meliputi efisiensi bahan, efisiensi energi, efisiensi biaya dan pengurangan dampak negatif lingkungan.

    Oleh karenanya, muncul istilah ekonomi sirkular. Low Carbon Development Indonesia menyampaikan ekonomi sirkular merupakan model yang berupaya memperpanjang siklus hidup dari suatu produk, bahan baku, dan sumber daya yang ada agar dapat dipakai selama mungkin.

    Prinsip dari ekonomi sirkular itu sendiri oleh sejumlah pihak disebutkan mencakup pengurangan limbah dan polusi, menjaga produk dan material terpakai selama mungkin, dan meregenerasi sistem alam. Dengan kata lain, konsep ekonomi sirkular adalah mencapai lebih banyak dengan menggunakan lebih sedikit.

    Ekonomi sirkular tidak hanya dapat membantu menghindari kehilangan pangan dan limbah makanan, misalnya dengan memperpendek rantai pasok, tetapi juga dapat membantu memanfaatkan kehilangan pangan dan limbah makanan untuk tujuan yang lebih produktif, seperti pembuatan kompos dan biogas.

    Rantai nilai yang lebih terlokalisasi dan agrikultur regeneratif juga dapat menyebabkan peningkatan keanekaragaman hayati pertanian.

    Berbagai penjelasan tersebut juga dapat menimbulkan sebuah pertanyaan, manakah yang lebih baik, ekonomi hijau atau ekonomi sirkular?

    Sebenarnya, baik ekonomi hijau dan ekonomi sirkular memiliki tujuan yang sama yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memenuhi tujuan sosial dan lingkungan. Namun, keduanya memiliki fokus yang berbeda.

    Lembaga Waste4Change menyebut ekonomi hijau berfokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk tetap memperhatikan ketersediaan sumber daya alam yang ada serta keseimbangan ekologi agar berkelanjutan.

    Sedangkan, ekonomi sirkular lebih berfokus pada optimalisasi penggunaan sumber daya, seperti memulihkan dan meregenerasi produk dan bahan, sehingga mengubah pola produksi dan konsumsi seperti penggunaan dan pembuangan menjadi pola melingkar.

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKPK Sebut Terduga Pemberi Suap Mardani Maming Telah Meninggal
    Next Article Lawatan ke 3 Negara Kawasan Asia Timur, Jokowi Tiba di Tanah Air
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.